Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN ALGORITMA DIJKSTRA JALUR TERPENDEK ANTAR OBJEK WISATA DANAU TOBA Ester Manalu; Virzinia Napitupulu; Maria Afriyani; Hoth Badia Butar-butar
Jurnal Manajamen Informatika Jayakarta Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta (JMI Jayakarta)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jmijayakarta.v5i4.2002

Abstract

Penentuan rute terpendek dalam sistem navigasi pariwisata memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi perjalanan wisatawan, terutama di kawasan yang memiliki banyak destinasi seperti Danau Toba. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma Dijkstra dalam pencarian rute tercepat antar lokasi wisata utama di kawasan Danau Toba. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berbasis pemodelan graf, di mana simpul-simpul (nodes) merepresentasikan titik-titik wisata dan sisi (edges) menunjukkan hubungan antar lokasi yang diukur berdasarkan jarak aktual dari Google Maps. Simulasi dilakukan menggunakan titik-titik wisata yang direpresentasikan sebagai node A hingga L, yaitu: Balige (A), Sitorang (B), Dolok Sanggul (C), Porsea (D), Hutagalung (E), Parapat (F), Parbuluan (G), Dolok Pardamean (H), Paropo (I), Tiga Rungu (J), Saribu Dolok (K), dan Merek (L). Salah satu contoh hasil simulasi menunjukkan bahwa lintasan A → B → D → F → H → K → L merupakan rute tercepat dengan jarak tempuh terpendek. Implementasi algoritma Dijkstra terbukti efektif dalam menyelesaikan persoalan penentuan rute optimal berdasarkan parameter jarak. Temuan ini berpotensi untuk diterapkan dalam pengembangan sistem navigasi lokal berbasis wisata guna menunjang kenyamanan dan efisiensi perjalanan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengintegrasikan variabel waktu tempuh, kondisi lalu lintas secara real-time, dan preferensi pengguna untuk hasil rekomendasi rute yang lebih relevan.
Optimasi DNS Server Berbasis BIND9 pada Debian dengan Algoritma Least Frequently Used (LFU) Cache untuk Peningkatan Response Time Ester Manalu; Virzinia A. Napitupulu; Lotar Mateus Sinaga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11459

Abstract

Domain Name System (DNS) merupakan komponen penting dalam infrastruktur jaringan karena berfungsi menerjemahkan nama domain menjadi alamat Internet Protocol (IP). Kinerja DNS server berpengaruh langsung terhadap kecepatan akses layanan, sehingga pengelolaan cache perlu dioptimalkan untuk mengurangi keterlambatan proses resolusi. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi algoritma Least Frequently Used (LFU) Cache pada DNS server berbasis BIND9 yang berjalan pada sistem operasi Debian 12. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan metode performance benchmarking melalui perbandingan kondisi BIND9 standar dan kondisi setelah penerapan LFU Cache. Pengujian dilakukan pada tiga skenario beban, yaitu 20, 50, dan 100 klien simultan, dengan lima kali pengulangan pada setiap skenario. Response time diukur dalam milidetik menggunakan dnsperf, sedangkan mekanisme LFU mempertahankan record domain yang paling sering diakses dan mengeluarkan record dengan frekuensi penggunaan terendah ketika kapasitas cache terbatas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan LFU Cache menurunkan rata-rata response time dari 51,8 ms menjadi 39,0 ms pada 20 klien, dari 42,4 ms menjadi 29,0 ms pada 50 klien, serta dari 127,0 ms menjadi 60,0 ms pada 100 klien. Penurunan tersebut setara dengan peningkatan efisiensi masing-masing sebesar 24,7%, 31,6%, dan 52,8%. Dengan demikian, LFU Cache efektif meningkatkan performa BIND9, terutama pada kondisi beban tinggi, tanpa memerlukan peningkatan perangkat keras server.