Edna Fitriani Irianingtyas
Universitas PGRI Kanjuruahan Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Youtube Edukasi terhadap Pemahaman Konsep IPS Siswa SMP Edna Fitriani Irianingtyas; Laurens Kaluge; Sulistyo Sulistyo
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8199

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman konsep IPS siswa di Kabupaten Nabire akibat dominasi metode konvensional, yang menuntut adanya inovasi model pembelajaran digital untuk mengatasi abstraksi materi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan YouTube Edukasi terhadap pemahaman konsep IPS siswa, serta meninjau pengaruhnya berdasarkan aspek gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen (quasi-experimental design) dengan rancangan non-equivalent control group design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII SMP di Kabupaten Nabire, dengan sampel sebanyak 200 siswa yang diambil melalui teknik cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes objektif berbentuk pilihan ganda untuk mengukur pemahaman konsep yang telah divalidasi, dan data dianalisis menggunakan statistik inferensial MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penerapan model PBL berbantuan YouTube Edukasi terhadap peningkatan pemahaman konsep IPS siswa dibandingkan dengan model konvensional. Selain itu, ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada pemahaman konsep antara siswa laki-laki dan perempuan, serta tidak terdapat efek interaksi antara model pembelajaran dengan gender. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi model berbasis masalah dengan media visual YouTube dapat menjadi solusi efektif bagi pendidik di wilayah Papua untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif, meminimalisir bias gender, dan memperkuat struktur kognitif siswa dalam memahami fenomena sosial yang kompleks.