Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI SARANA PENGUATAN KARAKTER SOSIAL SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS Ester Helmin Dachi; Gelopatra Selan; Reniziduhu Giawa; Yedirius Laia; Andreas Buulolo; Renalis Ndruru; Emilia Sastrawati Zebua; Gresella Frisna Halawa; Kaminudin Telaumbanua
Curve Elasticity: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 4 No 2 (2023): Curve Elasticity: Jurnal Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/jpe.v4i2.4563

Abstract

This study aims to examine the role of Guidance and Counseling (G&C) as a means of strengthening students’ social character in Social Studies (IPS) learning at SMP Swasta Kristen BNKP Teluk Dalam. The research employs a qualitative descriptive approach, involving G&C teachers, IPS teachers, and students as key informants. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed thematically to identify the contribution of G&C in developing students’ social character. The findings reveal that G&C services play a significant role in shaping students’ social values, including empathy, tolerance, cooperation, responsibility, and positive interpersonal skills. The integration of G&C services with IPS learning enhances the internalization of social character through real social experiences in classrooms and group activities. Factors supporting the effectiveness of G&C include the competence of G&C teachers, collaboration among teachers and school staff, varied counseling methods, and active student participation. However, challenges such as limited service time and varied student responses need to be addressed for optimal program development. This study confirms that G&C is not only a medium for addressing personal issues but also a strategic tool for developing students’ social character. The findings can serve as a reference for schools in designing integrated G&C programs within IPS learning to foster students who are academically competent and socially responsible.
DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN Andreas Buulolo
Jurnal Panah Hukum Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Panah Hukum
Publisher : LPPM Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/jphukum.v5i1.2103

Abstract

Disparitas putusan pada tindak pidana pencurian merupakan perbedaan sanksi pidana pada kasus pencurian yang pada dasarnya didakwa dengan pasal yang sama yaitu Pasal 362 KUHP. Putusan Nomor 720/Pid.B/2020/PN Cbi dan Putusan Nomor 246/Pid.B/2021/PN Cbi merupakan beberapa putusan yang berbeda dengan kasus yang sama. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis disparitas putusan hakim terhadap pelaku yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan analitis dengan mengumpulkan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa disparitas putusan hakim terhadap pelaku yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan terletak pada pertimbangan hakim secara yuridis dan non yuridis. Pertimbangan hakim secara yuridis mendasar pada surat dakwaan jaksa penuntut umum dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. Sementara itu, pertimbangan hakim secara non yuridis mendasar pada keyakinan hakim terhadap minimal dua alat bukti yang sah sebagaimana yang diatur dalam Pasal 183 KUHAP. Selain pertimbangan tersebut, juga terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan hakim, seperti keadaan sosial, akibat perbuatan terdakwa, kondisi terdakwa, dan alasan-alasan yang dapat memberatkan atau meringankan hukuman. Penulis menyarankan bahwa diperlukan upaya dari aparat penegak hukum untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi mengenai perbedaan putusan dalam kasus pidana.