Muamar Al Qadri
Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Pembelajaran Berbasis Difrensiasi Kelompok pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VIII-3 MTs Negeri 1 Langkat Muamar Al Qadri; Usmaidar Usmaidar; Efi Cahayani
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.2911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berbasis diferensiasi kelompok dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Akidah Akhlak di kelas VIII-3 MTs Negeri 1 Langkat, khususnya dalam membentuk motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak seringkali bersifat teoritis dan kurang aplikatif, sehingga siswa cenderung pasif dan kurang terlibat secara emosional. Dengan adanya diferensiasi kelompok, guru dapat menyesuaikan strategi mengajar sesuai dengan kebutuhan siswa, gaya belajar, minat, serta kemampuan siswa, yang terbagi ke dalam tiga tipe utama yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dilaksanakan mulai April hingga Agustus 2025. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran Akidah Akhlak dan siswa kelas VIII-3, dengan objek penelitian berupa penerapan diferensiasi kelompok pada proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi ini dapat berjalan efektif dengan pengelompokan siswa yang tepat, sehingga mereka lebih aktif, termotivasi, dan mudah memahami materi. Siswa menunjukkan persepsi positif, terbukti dari keterlibatan mereka dalam diskusi, kerja kelompok, dan presentasi. Kendala utama yang dihadapi adalah manajemen waktu, mengingat setiap kelompok memiliki ritme belajar yang berbeda, namun hal ini tetap sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran fleksibel dan berpusat pada siswa. Dengan demikian, diferensiasi kelompok terbukti mampu mendukung pembelajaran Akidah Akhlak dalam membentuk akhlak mulia sekaligus meningkatkan minat belajar siswa.
Penguatan Literasi Fardhu Kifayah Melalui Pelatihan Bilal Mayit bagi Remaja di Desa Buluh Telang Kecamatan Padang Tualang Muhammad Saleh; Muamar Al Qadri; Rabiautul Aslamiah; Miranti Aulia; Rendi Syahbandi
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3357

Abstract

Penguatan literasi keagamaan masyarakat, khususnya dalam aspek fardhu kifayah, merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran sosial keagamaan. Pengurusan jenazah sebagai bagian dari fardhu kifayah meliputi memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkan jenazah sesuai syariat Islam. Namun, realitas di Desa Buluh Telang Kecamatan Padang Tualang menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan remaja dalam bidang ini masih terbatas dan cenderung bergantung pada tokoh agama tertentu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi fardhu kifayah melalui pelatihan bilal mayit berbasis praktik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan teknik ceramah, demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri peserta dalam melaksanakan pengurusan jenazah. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya kesadaran kolektif dan kemandirian sosial keagamaan masyarakat. Dengan demikian, pelatihan bilal mayit terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam memperkuat literasi keagamaan berbasis praktik.
PAI Teacher's Strategy in Implementing KMA No. 347 of 2022 at MAN 2 Langkat Tanjung Pura Muamar Al Qadri; Sufriansyah; Muhammad Rizaldi
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 Desember (2025): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v7i2.1153

Abstract

This study aims to describe the strategies of Islamic Religious Education (PAI) teachers in implementing Minister of Religious Affairs Decree (KMA) No. 347 of 2022 at MAN 2 Langkat Tanjung Pura. This regulation served as the foundation for the implementation of the Merdeka Curriculum in piloting madrasahs, emphasizing learning outcomes, teacher autonomy in formulating learning objectives, and the use of more varied assessments. Although KMA No. 347 has now been replaced by KMA No. 450 of 2024, its implementation still provides valuable experiences for PAI learning practices in madrasahs. This research employed a qualitative approach with structured interviews conducted with the principal, vice principal of curriculum affairs, and PAI teachers. The collected data were analyzed thematically to identify patterns of implementation strategies, learning innovations, and challenges encountered. The findings reveal that the school supported teachers through policies, training, and supervision in implementing the regulation. At the curriculum level, teaching instruments such as teaching modules, annual programs, and semester programs were developed in accordance with the regulation and tailored to the needs of PAI subjects. Teachers applied collaborative learning, problem-based learning, and project-based learning strategies to foster students’ critical thinking, communication, and collaboration skills. Assessment was carried out holistically through diagnostic tests, formative assessments, attitude observations, and learning reflections. Innovations included the use of digital media, storytelling, and the integration of religious activities beyond the classroom. The main challenges comprised limited facilities, the readiness of senior teachers to adapt to technology, and students’ mindsets still accustomed to traditional learning patterns. In conclusion, the implementation of KMA No. 347 at MAN 2 Langkat Tanjung Pura successfully encouraged PAI learning that is more independent, innovative, and oriented toward character development. Keywords: Teacher strategies, Islamic Religious Education, KMA No. 347 of 2022, Merdeka Curriculum, MAN 2 Langkat