Suratini Suratini
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan status gizi dengan kejadian dismenore pada mahasiswa Nabila Nur Hanifah; Suratini Suratini; Agustina Rahmawati
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2933

Abstract

Background : Adolescence is a developmental transition period toward adulthood that begins with puberty, one sign of puberty in females being menstruation, which is generally accompanied by various complaints. Dysmenorrhea, or menstrual pain, is a menstrual disorder that can cause physical discomfort, reduce concentration, disrupt academic activities, and lower the quality of life of students. One factor suspected to contribute to the occurrence of dysmenorrhea is nutritional status, which is assessed using the Body Mass Index (BMI). Purpose: To determine the relationship between nutritional status and the occurrence of dysmenorrhea. Method: Quantitative research with a cross-sectional approach. The population in this study consisted of 180 third-semester students in the Nursing Study Program at 'Aisyiyah University Yogyakarta. The sampling technique used was non-probability sampling with a simple random sampling method, totaling 124 students. The data analysis used was univariate and bivariate analysis with the Pearson Chi-Square test. Results: Based on the frequency distribution of nutritional status, 76 people (61.3%) of respondents had a normal nutritional status. Based on the frequency distribution of dysmenorrhea occurrence, 87 respondents (70.2%) experienced dysmenorrhea. A p-value of 0.004 was obtained with an A p-value 0.004< (0.05). Conclusion : There is a relationship between nutritional status and the incidence of dysmenorrhea.   Keywords: Body Mass Index; Dysmenorrhea; Nutritional Status; University Students.   Pendahuluan: Masa remaja adalah periode transisi perkembangan menuju kedewasaan yang diawali dengan pubertas, salah satu tanda seseorang mengalami pubertas pada wanita adalah menstruasi yang umumnya disertai berbagai keluhan. Dismenore, atau nyeri haid merupakan gangguan menstruasi yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik, menurunkan konsentrasi, mengganggu aktivitas akademik, serta menurunkan kualitas hidup mahasiswa. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap kejadian dismenore adalah status gizi, yang dinilai menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan status gizi dengan kejadian dismenore pada Mahasiswa. Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 Program Studi Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sebanyak 180 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan metode simple random sampling sebanyak 124 mahasiswa. Analisa data yang digunakan  yaitu analisis univariate dan bivariat dengan uji Pearson  Chi-Square . Hasil: Berdasarkan distribusi frekuensi Status gizi, 76 orang (61.3%) responden memiliki status gizi normal. Berdasarkan distribusi frekuensi kejadian dismenore, 87 responden (70.2%) mengalami dismenore. Didapatkan p value 0.004< (0.05). Simpulan: Ada hubungan status gizi dengan kejadian dismenore pada Mahasiswa.   Kata Kunci: Dismenore; Mahasiswa; Indeks Massa Tubuh; Status Gizi.  
Hubungan durasi penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada remaja SMA Ani Ani; Suratini Suratini; Tiwi Sudyasih
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2711

Abstract

Background: Sleep quality is an important factor in maintaining adolescents’ physical, psychological, and academic well-being. The increasing use of digital gadgets among high school students may negatively affect sleep patterns and quality, particularly due to nighttime screen exposure. Purpose: To determine the relationship between the duration of gadget use and sleep quality among students of SMA. Method: This study employed a quantitative descriptive correlational design with a cross- sectional approach. The sample consisted of 57 tenth-grade students selected using simple random sampling. Data were collected using a gadget usage duration questionnaire and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data analysis was conducted using the Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. Results: The majority of respondents had high levels of gadget usage (74%) and poor sleep quality (88%). Spearman correlation analysis revealed a significant relationship between gadget usage duration and sleep quality (p = 0.001; r = 0.156). The correlation was weak but positive, indicating that longer gadget usage was associated with poorer sleep quality. Conclusion: There is a significant relationship between gadget usage duration and sleep quality among students of SMA.   Keywords: Adolescents;  Gadget Usage Duration; PSQI; Sleep Quality.   Pendahuluan: Kualitas tidur merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan fisik, psikologis, dan performa akademik remaja. Peningkatan penggunaan gadget pada siswa SMA berpotensi memengaruhi pola dan kualitas tidur, terutama akibat paparan layar pada malam hari. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada siswa SMA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 57 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner durasi penggunaan gadget dan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0.05. Hasil: Mayoritas responden memiliki durasi penggunaan gadget kategori tinggi (74%) dan kualitas tidur buruk (88%). Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget dan kualitas tidur (p = 0.001; r = 0.156) dengan tingkat keeratan hubungan lemah dan arah positif yang berarti semakin lama durasi penggunaan gadget maka semakin buruk kualitas tidur siswa. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara durasi penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada siswa SMA.   Kata Kunci: Durasi Penggunaan Gadget; Kualitas Tidur; PSQI; Remaja.