This Author published in this journals
All Journal Dialektika
Erawati Dwi Lestari
UIN Syekh Wasil Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTRET KERUSAKAN LAUT DALAM SASTRA ANAK DIGITAL: ANALISIS EKOKRITIK DALAM LITERATUR ANAK APLIKASI LET'S READ Erawati Dwi Lestari; Guntur Sekti Wijaya
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v12i2.50632

Abstract

Isu kerusakan lingkungan laut akibat pencemaran, khususnya sampah plastik dan pemanasan global, semakin mengkhawatirkan dan perlu ditanamkan kesadarannya sejak dini. Namun, kajian ekokritik dalam sastra anak digital yang mengangkat tema kerusakan laut masih minim. Penelitian ini berfokus pada analisis representasi kerusakan bahari dalam tiga cerita anak digital dari aplikasi Let’s Read: Mengapa Tidak Lepas, Gurita Kecil yang Rakus, dan Terumbu Karang yang Memanas. Tujuannya adalah untuk mengungkap pesan ekologis serta kritik sosial yang disampaikan kepada anak-anak melalui pendekatan ekokritik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumen, sedangkan teori yang mendasari adalah ekokritik Greg Garrard dan Suwardi Endraswara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga cerita memanfaatkan tokoh fauna laut dan ilustrasi sebagai simbol kerusakan lingkungan. Misalnya, tokoh Skorpi si ikan lepu yang terjerat sampah plastik, Nina si gurita yang menelan polusi sampah, dan komunitas ikan yang terancam akibat pemanasan global, menjadi metafora efektif untuk mengilustrasikan dampak buruk aktivitas manusia terhadap ekosistem laut. Selain menyampaikan kritik terhadap eksploitasi alam, cerita-cerita ini juga menanamkan harapan melalui tindakan kolektif tokohnya dalam menjaga lingkungan. Kesimpulannya, sastra anak digital terbukti efektif sebagai media edukatif dan kritik sosial, serta dapat menjadi sarana penting dalam membentuk kesadaran ekologis dan karakter peduli lingkungan pada anak-anak sejak usia dini, terutama dalam konteks pembelajaran berbasis literasi digital.