Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru matematika dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah pada kelas VIII SMP Negeri 35 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah TPACK, lembar observasi, dan jadwal. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pada komponen Pengetahuan Teknologi, subjek 1 (Rika) melibatkan perangkat keras dan perangkat lunak dalam proses pembelajaran, sedangkan subjek 2 (Atma) melibatkan lebih sedikit teknologi dalam kegiatan pembelajaran, namun Atma menguasai teknologi seperti laptop untuk administrasi pembelajaran dikelas VIII. 2) Kemampuan Pengetahuan Pedagogik subjek 1 (Rika) dan subjek 2 (Atma) menunjukkan kemampuan yang baik. Kedua guru mengelola kelas menggunakan metode menarik, merencanakan pembelajaran dengan menyiapkan modul ajar, melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, dan mengevaluasi pembelajaran dalam tiga aspek: sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 3) Kemampuan Pengetahuan Konten subjek 1 (Rika) dan subjek 2 (Atma) menunjukkan kemampuan yang baik. Kedua guru menguasai materi yang dapat dilihat dari penyampaian yang jelas dan terstruktur, menyampaikan konsep materi menggunakan metode ceramah dan media pembelajaran, serta memberikan contoh-contoh kehidupan sehari-hari yang relevan. 4) Pada komponen TPACK, subjek 1 (Rika) menggabungkan teknologi, pedagogi, dan konten/materi dalam proses pembelajaran, sedangkan subjek 2 (Atma) menerapkan komponen pedagogik dan konten/materi, namun tidak melibatkan teknologi dalam proses pembelajaran.