Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan keefektifan antara pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapan pendekatan open-ended problem dengan pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapan pendekatan problem solving pada kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Maros. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain penelitian “Pretest-Posttest Control Group Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Maros pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025, sedangkan sampel penelitian dua kelas yang dipilih melalui teknik “cluster random sampling”. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan inferensial. Hasil yang diperoleh dari analisis desktifptif adalah sebagai berikut: (1)Rata-rata skor respon peserta didik kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu 3,48 dan 3,52. (2)Rata-ratahasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu 87,65 dan 91,75. Sedangkan hasil yang diperoleh dari analisis inferensial adalah sebagaiberikut:(1)Pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapan pendekatan open-ended efektif dalam pembelajaran matematika karena diperoleh skor rata-rata hasil belajar matematika sebesar 91,75 atau berada pada kategori baik dengan ketuntasan klasikal 100%. (2) Pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapan pendekatan problem solving efektif dalam pembelajaran matematika karena diperoleh skor rata-rata hasil belajar matematika sebesar 87,65 atau berada pada kategori baik dengan ketuntasan klasikal 78%. (3) Pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapan pendekatan open-ended lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapan pendekatan problem solving karena peningkatan hasil belajar dan hasil belajar matemmatika siswa setelah penerapan endekatan open ended problem lebih baik dari hasil penerapan problem solving.