Dicky Pratama
Program Studi Sistem Informasi, STMIK Global Informatika MDP

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Segmentasi Warna Citra Bunga Daisy dengan Algoritma K-Means pada Ruang Warna Lab Derry Alamsyah; Dicky Pratama
Jurnal Buana Informatika Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v10i2.2458

Abstract

Abstract. Segmentation in images of flowers or plants is an important pre-process in the field of botany, one of which is for identifying diseases of flowers or other plants. One of the problems in the image segmentation is the segmented images produced automatically. It is due to the long period of time needed to produce segmented images manually. To overcome these issues, a clustering process was carried out using the k-means algorithm. In this study segmentation is done by using Lab color space and RGB as a comparison to K-means in clustering the image of daisy flowers. Good results are showed by the Lab color space in the clustering process that 60% of the data has lower silhouette coefficient than RGB color space and 3.94% as the mean of s negative.Keywords: Segmentation, Lab, K-MeansAbstrak. Segmentasi pada citra bunga atau tanaman merupakan pra proses yang penting dalam bidang botani, salah satunya untuk mengidentifikasi penyakit pada bunga atau tanaman lainnya. Salah satu permasalahan dalam segmentasi citra adalah menghasilkan citra tersegmentasi secara otomatis. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan akan waktu yang tidak sebentar untuk menghasilkan citra tersegmentasi secara manual. Untuk mengatasi kendala tersebut dilakukan proses klasterisasi dengan menggunakan algoritma K-means. Pada penelitian ini segmentasi dilakukan dengan menggunakan ruang warna Lab dan RGB sebagai pembanding kinerja k-means dalam mengklasterisasi citra bunga Desi. Hasil yang baik dimiliki oleh ruang warna Lab dalam proses klasterisasinya, yaitu dengan 60% data memiliki nilai silhoutte coeficient (s) yang lebih kecil dari ruang warna RGB dan memiliki rata-rata sebesar 3.94% s negatif.Kata Kunci: Segmentasi, Lab, k-Means
Sistem Informasi Pengelolaan Data Kemahasiswaan Berbasis Website pada STIA Satya Negara Dyah Handayani; Fitria Choirunisa; Dicky Pratama
Jurnal Teknologi Sistem Informasi Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Universitas Multi Data Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1506.626 KB) | DOI: 10.35957/jtsi.v1i1.321

Abstract

Pendidikan merupakan proses untuk menyiapkan peserta didikmelalui masa bimbingan proses belajar mengajar sebagai bentukpelatihandalam mengembangkan kepribadian, serta kemampuan seorang peserta didik yang nantinya kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan di dunia kerja setelah menjadi alumni. Suatu perguruan tinggi sangat membutuhkan informasi mengenai data alumninya, jurusannya, tahun kelulusannya, tempat para alumni tersebut bekerja.Tak terkecuali dengan STIA Satya Negara yang masih belum memiliki suatu sistem informasi yang mampu menyimpan mengelola data-data alumni, hal ini sangat menyulitkan pihak kampus seperti lambatnya bidang kemahasiswaan dalam merekap laporan data alumni, carrier center, prestasi mahasiswa, kegiatan UKM oleh karena itu akan dirancang dan dibangun dengan sistem informasi pengelolaan data kemahasiswaan berbasis website pada STIA Satya Negara untuk menyimpan data-data alumni secara terstruktur. Proses pembangunan sistem informasi pengelolaan data alumni ini menggunakan metodologi Iterasi yang dimulai dari fase perencanaan, analisis, perancangan, implementasi, hingga pemeliharaan. Menggunakan bahasa pemprograman PHP dengan menggunakan basis data MySQL dan XAMPP. Website ini diharapkan dapat mengatasi masalah seperti memudahkan bidang kemahasiswaan dalam melakukan rekap laporan data alumni, mempercepat membagi informasi lowongan pekerjaan tanpa harus datang ke kampus, memudahkan pihak kampus maupun perusahaan untuk mencari mahasiswa yang berprestasi, dan memudahkan pihak kampus meng-update UKM yang adasehingga mahasiswa ikut berpartisipasi tehadap kegiatan-kegiatan yang ada.
Analisis Kualitas Pelayanan Aplikasi Lazada Berbasis Mobile Dengan Metode Servqual Dwiki Yosinta Ulpa; Rizani Teguh; Dicky Pratama
Jurnal Teknologi Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Teknologi Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Universitas Multi Data Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.469 KB) | DOI: 10.35957/jtsi.v2i1.847

Abstract

Lazada adalah salah satu e-commerce yang ada di Indonesia. Dari banyaknya penggunaaplikasi Lazada dilakukanlah penelitian untuk mengukur kualitas pelayanan aplikasi Lazada.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Servqual yang meliputi lima dimensikualitas jasa yaitu; Tangibles (bukti terukur), Reliability (keandalan), Responsiveness (dayatangkap), Assurance (jaminan), dan Empathy (empati). Proses pengumpulan data dilakukandengan melakukan penyebaran kuesioner kepada pengguna aplikasi Lazada. Teknikpengambilan sampel menggunakan random sampling. Untuk mengolah data menggunakansoftware Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Dari analisis yang dilakukanberdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai t statistik untuk variabel tangibles sebesar 1,430, variabelreability sebesar 0,123, variabel responsiveness sebesar -0,576, variabel assurance sebesar0,270, dan variabel emphaty sebesar -0,417, yang artinya variabel tangibles, reability, danassurance berpengaruh secara positif sedangkan variable responsiveness dan emphatyberpengaruh negatif terhadap kualitas layanan aplikasi lazada. Sedangkan berdasarkan uji Fdiperoleh nilai F hitung sebesar 0,436. Artinya bahwa variabel tangibles, reability,responsivenss, assurance dan emphaty secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang positifterhadap quality service.
Deteksi Ujung Jari menggunakan Faster-RCNN dengan Arsitektur Inception v2 pada Citra Derau Derry Alamsyah; Dicky Pratama
JuSiTik : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Komunikasi
Publisher : Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jusitik.v2i1.429

Abstract

Fingertip detection is a field on computers that has extensive space in field: NUI, robotics, etc. CNN is one method that is being used in object detection, with some CNN updates being faster - RCNN is able to detect objects very well. This study conducted the ability of Faster-RCNN in detecting fingertips with the Inception V2 architecture. Implementation is done on images that have noise and not. The results showed that image without noise has 91% accuracy, while for each noisy image: Gaussian, Salt and Pepper, Poisson and Speckle had an accuracy of 34%, 5%, 80% and 21%.
Implementasi Convolutional Neural Networks (CNN) untuk Klasifikasi Ekspresi Citra Wajah pada FER-2013 Dataset Derry Alamsyah; Dicky Pratama
(JurTI) Jurnal Teknologi Informasi Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jurti.v4i2.1714

Abstract

Abstract - session recognition is an interesting topic, where facial expressions in today's technological advances can support several fields such as health, business, and so on. Facial expression recognition can be done using the extraction of certain features. Meanwhile, Convolutional Neural Network (CNN) can recognize an object in the image through the features found by itself in the convolution process. By using CNN's advantages, this study aims to see CNN's performance in facial expressions of happiness and sadness in unideal data conditions. So based on this research, on the FER2013 dataset, CNN using the Adamax optimizer produced a fairly good performance where the value is given is 66% compared to Adam, N-Adam, and SGD.Keywords  -   CNN, Facial Expression, FER-2013 Abstrak – Pengenalan ekspresi merupakan topik penelitian yang menarik, dimana peran ekspresi wajah dalam kemajuan teknologi saat ini dapat mendukung beberapa bidang seperti kesehatan, bisnis, dan sebagainya. Pengenalan wajah dapat dilakukan dengan menggunakan ekstraksi fitur-fitur tertentu. Sementara itu, Convolutional Neural Network (CNN) dapat mengenali objek pada citra melalui fitur yang ditemukannya sendiri dalam proses konvolusinya. Dengan menggunakan keunggulan CNN, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa CNN dalam mengenali ekspresi wajah bahagia (happy) dan sedih (sad) pada kondisi data tidak ideal. Maka berdasarkan hasil penelitian ini, pada dataset FER2013, CNN dengan menggunakan Adamax optimizer menghasilkan performa yang cukup baik dimana akurasi yang diberikan adalah sebesar 66% dibandingkan dengan Adam, N-Adam, dan SGD.Kata Kunci - CNN, Ekspresi Wajah, FER-2013.
Identifikasi Cluster Penduduk Usia Kerja Sumatera Selatan Menggunakan Metode K-Modes fithri selva jumeilah; Dicky Pratama
Jurnal Komputer Terapan  Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Komputer Terapan Mei 2018
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.631 KB)

Abstract

Kelompok penduduk usia yang belum produktif (<15 tahun) dan kelompok penduduk yang tidak lagi produktif (>64 tahun) bergantung pada penduduk usia kerja. Semakin tinggi jumlah penduduk yang tidak produktif maka semakin tinggi rasio ketergantungan yang ada pada suatu negara. Jika penduduk usia kerja banyak yang bekerja maka akan mendorong ekonomi negara tetapi sebaliknya akan menciptakan ketidakstabilan sosial maupun politik. Indonesia diperkirakan akan menghadapi bonus demografi puncaknya pada tahun 2030. Untuk mempermudah penduduk usia kerja mendapatkan pekerjaan maka dibutuhkan pembangunan dan kebijakan pemerintah salah satunya pemerintah Sumatera Selatan. Membuat kebijakan membutuhkan gambaran keadaan penduduk usia kerja yang dapat diperoleh dengan menggelompokan data sensus provinsi Sumatera selatan tahun 2010 yang diproleh dari Badan Pusat Statistik menjadi beberapa cluster dan melihat pola dari setiap cluster. Data akan di cluster dengan menggunakan R-studio dengan metode K-modes. Dari hasil nilai silhouette yang diperoleh maka penduduk usia kerja akan dikelompokan menjadi 8 cluster. C1 sebanyak 132.866 objek yang merupakan kumpulan laki-laki yang tinggal di desa dan masih bekerja, C2 sebanyak 68.281 orang dimana sebagian besar memiliki usia 25 tahun yang masih sekolah C3 sebanyak 47.38 orang perempuan tinggal di desa dan tidak bekerja, C4 sebanyak 51.925 orang dimana sebagian besar merupakan perempuan yang tinggal di desa, C5 sebanyak 62.411 orang rata-rata laki-laki tinggal di kota yang bekerja di bidang jasa kesehatan, perdagangan dan konstruksi, C6 sebanyak 31.542 orang yang merupakan kelompok perempuan yang tinggal di desa bekerja yang rata-rata memiliki 1 anak, C7 (31932 jiwa) laki-laki belum menikah < 30 tahun yang bekerja di perkebunan,dan terakhir C8 sebanyak 46.074 jiwa kumpulan ibu rumah tangga yang tinggal di kota.
Perencanaan Strategis TI pada BMKG Palembang Menggunakan Metode Ward and Peppard Kenny Lie; Dicky Pratama
BETRIK Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Ilmiah BETRIK : Besemah Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : PPPM Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/f4xh1772

Abstract

This study designs a strategic planning for Information Systems and Information Technology (IS/IT) to improve IT infrastructure optimization at the Sultan Mahmud Badaruddin II Meteorological Station in Palembang using the Ward & Peppard framework. Internal and external environmental analysis is conducted through Value Chain, SWOT, McFarlan Strategic Grid, PEST, and identification of critical success factors to generate an application portfolio and prioritize IT initiatives. The findings indicate that BMKG SMB II has quite robust observation tools, such as radar and automatic weather stations, but still faces challenges in data integration, digitalization of observation processes, IT human resource capacity, and network limitations, especially in frontier, outermost, and disadvantaged areas. Strategic recommendations include the development of an integrated data and analytics platform with an AI-based quality control mechanism, automation of information collection, validation, and dissemination processes, strengthening cybersecurity and infrastructure resilience through IoT-based predictive maintenance, and improving human resource competencies. The 2025–2029 Roadmap prioritizes strengthening security, data integration, and human resource development before the gradual implementation of advanced technologies through pilots, evaluations, and expansions to support improved public service quality.