Dodyk Pranowo
Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Jl Veteran Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi dan evaluasi good manufacturing practices (GMP) berbasis CPPOB pada UMKM teh tarik jelly, Desa Selorejo, Malang Alliyyah Zalfa Putri Anaba; Jhauharotul Muchlisyiyah; Dodyk Pranowo
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.2870

Abstract

UMKM Teh Tarik Jelly merupakan usaha mikro yang bergerak dalam produksi minuman berbasis teh tarik jelly di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Studi evaluasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kontaminasi mikrobiologis dan kimia pada produk minuman jelly yang dapat menyebabkan foodborne illness, serta kebutuhan UMKM untuk menerapkan sistem produksi yang memenuhi standar keamanan pangan, khususnya Good Manufacturing Practices (GMP) berbasis  Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Permasalahan utama meliputi belum diterapkannya prinsip GMP-CPPOB yang berisiko menimbulkan kontaminasi silang, cemaran fisik, dan pertumbuhan mikroorganisme patogen, tidak tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP), serta ketiadaan sistem dokumentasi produksi yang terstruktur. Program ini menggunakan desain pre-post single group evaluation. Metode evaluasi yang diterapkan meliputi observasi lapangan, penyusunan modul implementatif, pelatihan aplikatif, dan simulasi audit mandiri menggunakan formulir evaluasi CPPOB 25 aspek. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerapan CPPOB dari 11 aspek terpenuhi (44%) menjadi 22 aspek terpenuhi (88%), dengan peningkatan skor evaluasi dari kategori C (skor 6) menjadi kategori B (skor 15). Program menghasilkan 1 modul GMP-CPPOB komprehensif, 3 SOP operasional, dan 4 form log harian yang berhasil diterapkan. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa implementasi sistem GMP-CPPOB dapat meningkatkan kesiapan UMKM dalam pengajuan sertifikasi IP-CPPOB dan memperkuat keamanan pangan produk lokal sehingga berkontribusi pada pencegahan foodborne illness di masyarakat. Keterbatasan kegiatan meliputi tidak adanya kelompok kontrol dan periode follow-up jangka panjang.