Ali Imran
Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Komunikasi Tenaga Kesehatan Ali Imran; Muslimin B; Rivayanti Nawawi; Nurhayati; Rifai
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Effective communication is a crucial competency for healthcare workers in providing patient care. A lack of communication skills can impact the quality of care and patient satisfaction. This activity aims to improve healthcare workers' communication skills through structured training. Quality healthcare services are not only determined by the clinical competence of healthcare workers, but also significantly influenced by their communication skills in providing care to patients. Therapeutic communication plays a crucial role in building interpersonal relationships, enhancing trust, and supporting patient satisfaction. This community service activity aims to improve healthcare workers' competency in implementing therapeutic communication through an educational and practical approach. Implementation methods include educational activities, effective communication training (verbal and nonverbal), and role-play simulations, supported by mentoring in service practice. The targeted outcomes of this activity are increased knowledge and skills of healthcare workers in therapeutic communication and the realization of more empathetic, effective, and consistent service communication. Therefore, this activity is expected to improve patient comfort and satisfaction, as well as the quality of healthcare services on an ongoing basis at the Pertiwi Mother and Child Hospital in Makassar. The results showed an increase in the average score from 62.3 to 85.7, a 23.4-point increase. Furthermore, participants' communication skills improved during the simulation practice. The conclusion is that effective communication training can improve healthcare workers' knowledge and skills in communicating with patients.   Keywords: Health Communication, Healthcare Workers, Training, Healthcare Services ABSTRAK Komunikasi efektif merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Kurangnya kemampuan komunikasi dapat berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi tenaga kesehatan melalui pelatihan terstruktur. Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi klinis tenaga kesehatan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Komunikasi terapeutik memiliki peran penting dalam membangun hubungan interpersonal, meningkatkan kepercayaan, serta mendukung kepuasan pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menerapkan komunikasi terapeutik melalui pendekatan edukatif dan aplikatif. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan edukasi, pelatihan komunikasi efektif (verbal dan nonverbal), serta simulasi (role play) yang didukung dengan pendampingan dalam praktik pelayanan. Target luaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam komunikasi terapeutik serta terwujudnya komunikasi pelayanan yang lebih empatik, efektif, dan konsisten. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien serta mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan di RSKD Ibu dan Anak Pertiwi Makassar. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 62,3 menjadi 85,7 dengan peningkatan sebesar 23,4 poin. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan komunikasi peserta dalam praktik simulasi. Kesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan komunikasi efektif mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam berkomunikasi dengan pasien. Kata Kunci: Komunikasi Kesehatan, Tenaga Kesehatan, Pelatihan, Pelayanan Kesehatan
Pelatihan Implementasi Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Terhadap Tingkat Kecelakaan Kerja Muslimin B; Ali Imran; Haryani; Nurzaidah Syifah; Alvira Damayanti Saputri
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Workplace accidents in healthcare settings remain a significant concern. Lack of understanding and implementation of Occupational Health and Safety Management Systems (OHSMS) can increase the risk of workplace accidents among healthcare workers. This community service program aims to improve knowledge, attitudes, and skills of healthcare workers in implementing OHSMS to reduce workplace accidents. The method used was participatory training and practice-based approach through education, interactive discussions, simulations, and evaluation. The activity was conducted on January 23–25, 2026, at RSUD Haji Makassar, involving 25 healthcare workers. Evaluation was carried out using pre-test, post-test, and skill observation. The results showed an increase in participants’ knowledge from an average score of 60.5 to 86.3. Participants also demonstrated improved understanding and skills in implementing OHSMS principles in the workplace. In conclusion, OHSMS implementation training is effective in improving healthcare workers’ competencies and has the potential to reduce workplace accident risks. Keywords: OHSMS, Occupational Safety, Healthcare Workers, Workplace Accidents, Training ABSTRAK Kecelakaan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius. Kurangnya pemahaman dan implementasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dapat meningkatkan risiko kejadian kecelakaan kerja pada tenaga kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan SMK3 guna menurunkan risiko kecelakaan kerja. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik melalui edukasi, diskusi interaktif, simulasi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23–25 Januari 2026 di RSUD Haji Makassar dengan jumlah peserta sebanyak 25 tenaga kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 60,5 menjadi 86,3. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam penerapan prinsip SMK3 di lingkungan kerja. Kesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan implementasi SMK3 efektif dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan serta berpotensi menurunkan risiko kecelakaan kerja. Kata Kunci: SMK 3, Keselamatan Kerja, Tenaga Kesehatan, Kecelakaan Kerja, Pelatihan