Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemetaan Profil Mahasiswa dalam Adopsi Dompet Digital Berdasarkan Sentimen Bauran Pemasaran Menggunakan Fuzzy C-Means Selvia De Wana; Amri Sinuraya
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.808

Abstract

Adopsi dompet digital di kalangan mahasiswa Indonesia menunjukkan fenomena perilaku yang kompleks dan paradoks, di mana pengguna memiliki sensitivitas tinggi terhadap biaya layanan namun sekaligus impulsif terhadap penawaran promosi. Penelitian terdahulu yang menggunakan klasifikasi sentimen tegas (hard clustering) seringkali gagal menangkap ambiguitas perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil adopsi mahasiswa dengan mengelompokkan pola sentimen mereka terhadap atribut Bauran Pemasaran (Product, Price, Place, Promotion) menggunakan algoritma Fuzzy C-Means (FCM). Data penelitian terdiri dari 3.363 ulasan pengguna yang diambil dari platform Google Play Store dan media sosial X pada lima aplikasi dompet digital utama. Melalui ekstraksi fitur berbasis aspek dan pembobotan leksikon, data diklasterisasi menggunakan FCM yang memungkinkan derajat keanggotaan ganda. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi tiga profil psikografis utama: (1) "Si Kritis Biaya & Teknis" (Severe Critics, 12,8%) yang memiliki sentimen negatif ekstrem pada aspek produk dan harga; (2) "Si Kecewa Ringan" (Mildly Dissatisfied, 47,3%) yang mendominasi populasi dengan keluhan moderat pada stabilitas aplikasi; dan (3) "Si Puas Fungsional" (Functional Loyalists, 39,8%) yang mengapresiasi keandalan fitur. Temuan ini mengindikasikan bahwa bagi segmen mahasiswa, keandalan teknis dan kewajaran biaya jauh lebih krusial dibandingkan insentif promosi. Penelitian ini merekomendasikan penyedia layanan untuk memprioritaskan perbaikan infrastruktur teknis guna meningkatkan retensi pengguna.