Neng Nurcahyati Sinulingga
Prodi Pendidikan Agama Islam, Universitas Medan Area, Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Pembelajaran PAI Sebagai Sarana Pengembangan Karakter Siswa Multikultural di Era Globalisasi Neng Nurcahyati Sinulingga; Haidar Putra Daulay; Lahmudin Lubis
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.3489

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa agar mampu hidup harmonis di tengah masyarakat yang semakin plural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi pembelajaran PAI berbasis karakter multikultural dalam membangun sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan kemampuan bekerja sama antar siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Instrumen penelitian berupa dokumentasi yang digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, serta dokumen elektronik yang relevan dengan topik pendidikan agama dan multikulturalisme. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu mendeskripsikan data yang diperoleh dan memberikan interpretasi secara mendalam terhadap konteks dan isi dari sumber-sumber tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter multikultural secara signifikan dapat menanamkan sikap toleransi, saling menghargai, dan keterbukaan terhadap keberagaman budaya. Inovasi pembelajaran seperti pemanfaatan teknologi, pendekatan berbasis proyek, dan studi kasus turut mendukung efektivitas pembelajaran di era globalisasi. Kendati demikian, tantangan implementasi masih ada, seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan kurikulum PAI berbasis karakter multikultural yang mampu membentuk generasi yang inklusif dan siap menghadapi tantangan sosial-budaya di masa depan.