Wiwik Budiawan
Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI JUMLAH TENAGA KERJA DENGAN PENGUKURAN BEBAN KERJA MENGGUNAKAN METODE WORK LOAD ANALYSIS (WLA) PADA PEKERJA FILLING TRAY PRODUK LAVITA PT MAYORA JATAKE 2 TANGERANG Salma Monica Berliana Balqis; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 1, No 2 (2026): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2026
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas tenaga kerja merupakan faktor krusial dalam keberlangsungan proses produksi, khususnya pada perusahaan manufaktur makanan seperti PT Mayora Jatake 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jumlah tenaga kerja optimal pada stasiun kerja filling tray produk Lavita menggunakan metode Work Load Analysis (WLA). Hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat produktivitas pekerja hanya mencapai 65,89%, dinilai kurang optmial. Dengan metode WLA, dilakukan analisis beban kerja melalui pengamatan aktivitas produktif dan non-produktif, penentuan waktu baku, performance rating, dan allowance. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah pekerja optimal adalah 24 orang dari jumlah awal 28 orang. Evaluasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan mendorong produktivitas yang lebih tinggi di masa mendatang.AbstractLabor productivity is a crucial factor in the sustainability of the production process, especially in food manufacturing companies such as PT Mayora Jatake 2. This research aims to evaluate the optimal number of workers at the Lavita product filling tray workstation using the Work Load Analysis (WLA) method. Observation results show that the worker productivity level only reached 65.89%, which is considered suboptimal. Using the WLA method, a workload analysis was conducted through the observation of productive and non-productive activities, as well as the determination of standard time, performance rating, and allowance. The analysis results indicate that the optimal number of workers is 24, compared to the initial total of 28. This evaluation is expected to improve labor efficiency and drive higherproductivity in the future.Keywords: ergonomics, workload analysis, workload, optimal number of workers.
PERANCANGAN DASHBOARD ANALISIS DATA KECELAKAAN LALU LINTAS BERBASIS POWER APPS DAN POWER BI Yogafathan Jagadraya; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 1, No 3 (2026): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2026
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan serius di Kabupaten Semarang, dengan total 2.817 kejadian yang tercatat selama periode 2021–2025. Proses pencatatan data yang masih dilakukan secara manual di Unit Gakkum Satlantas Polres Semarang membutuhkan waktu yang panjang, sementara penyusunan bahan Analisis dan Evaluasi (ANEV) belum didukung sistem analitik yang memadai. Penelitian ini bertujuan merancang Dashboard data kecelakaan lalu lintas berbasis Power Apps dan Power BI menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Pengembangan dilaksanakan dalam dua iterasi dengan melibatkan pengguna secara langsung. Sistem yang dihasilkan terdiri dari tiga komponen utama, yaitu form input data berbasis Power Apps dengan lima section pencatatan, basis data terpusat menggunakan Excel Online, serta dashboard analisis berbasis Power BI yang mencakup halaman Dashboard Utama, Analisis dan Evaluasi, serta Input Data. Pengujian fungsionalitas menggunakan black box testing terhadap 48 skenario menunjukkan seluruh fungsi berjalan dengan valid. Evaluasi kebergunaan menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata 72,5 yang termasuk kategori Good dan memenuhi target minimal yang ditetapkan. Sistem yang dikembangkan terbukti mampu mendukung proses pencatatan data dan pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan Satlantas Polres Semarang
EVALUASI LOADING CAPACITY PADA PROSES PRODUKSI LINI STAMPING X DI PT XYZ DENGAN PENDEKATAN PENGUKURAN GROSS STROKE PER HOUR (GSPH) Samuel Siburian; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 1, No 3 (2026): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2026
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri otomotif di Indonesia yang semakin pesat menuntut perusahaan manufaktur komponen otomotif untuk terus meningkatkan efisiensi proses produksinya. PT XYZ sebagai salah satu perusahaan penyedia komponen kendaraan roda dua dan empat, menghadapi permasalahan dalam ketidakseimbangan kapasitas beban kerja (loading capacity) pada lini produksi stamping Others.Ketidakseimbangan beban kerja pada lini produksi merupakan salah satu penyebab menurunnya efisiensi dalam proses manufaktur. Penelitian ini dilakukan di lini produksi stamping Others PT XYZ, yang memproduksi komponen otomotif roda dua dan empat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakteraturan distribusi beban kerja antar mesin, yang menyebabkan terjadinya kondisi overutilization dan underutilization. Untuk mengatasi hal ini, penelitian diawali dengan melakukan proses grouping terhadap mesin berdasarkan kesamaan lokasi fisik, kapasitas teknis, dan jenis part yang diproduksi. Hasilnya, mesin mesin di lini stamping others berhasil dikelompokkan ke dalam tujuh grup. Setelah proses grouping, dilakukan pengumpulan data cycle time dan forecasting produksi tiap part. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung Gross Stroke Per Hour (GSPH) dan selanjutnya menghitung loading capacity setiap grup mesin. Hasil perhitungan menunjukkan variasi beban kerja yang cukup signifikan dengan rata-rata keseluruhan 13,9 jam. Angka tersebut masih jauh dari angka ideal yang didasarkan pada jam kerja perusahaan yaitu 15,2 jam.Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan pemanfaatan mesin antar grup. Untuk meningkatkan fleksibilitas dan pemerataan beban kerja, direkomendasikan strategi modifikasi dies agar part dengan desain serupa dapat dialokasikan ke lebih dari satu mesin. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi waktu menganggur pada mesin dengan beban rendah.