Arina Athiyallah
Institut Agama Islam Pemalang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun Vicky Purwadi Putra Sawaludin; Madania Madania; Saniyya Khoirun Amala; Arina Athiyallah
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 11, No 1 (2026): InPress
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v11i1.5063

Abstract

Parent–child interaction during the social development stage of children aged 11–15 plays a crucial role in shaping social skills. This study employed a qualitative approach with a case study method involving three families in Karawang, Madura, and Boyolali. The subjects consisted of fathers, mothers, and children (a total of nine participants) with children aged 11–15, selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and limited observation. Validity was ensured using source triangulation, technique triangulation, and member checking. Data analysis followed a thematic approach based on Miles and Huberman’s model, including data reduction, data display, and reflective conclusion drawing. The findings revealed five main themes: (1) emotional relationships between parents and children; (2) daily activities and togetherness; (3) family decision-making; (4) parenting styles and family values; and (5) children’s social relationships. Authoritarian parenting produced obedient but withdrawn children, permissive parenting provided freedom but weakened structure, while authoritative parenting—balancing firmness, warmth, and spiritual values—shaped children to be more confident, empathetic, and adaptive. Democratic parent–child interaction with emotional involvement was proven to support social development in children aged 11–15. The implications suggest that families need to strengthen open communication and value-based parenting, schools and communities should provide spaces for children’s participation, and public policy should encourage responsive parenting programs.Keywords - Authoritative Parenting Style, Children’s Social Behaviour, Emotional Involvement, Family Education, Parent–Child Interaction.
PERSEPSI ANAK YATIM TERHADAP FIGUR SEORANG AYAH DALAM MENGEMBAN TANGGUNG JAWAB Umar Faruk; Nur Hotimah; Arina Athiyallah
El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam Vol 1 No 2 (2022): El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Dakwa dan Komunikasi Islam (STIDKIS) Al Mardliyyah Pamekasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65178/elfatih.v1i2.3

Abstract

Penelitian ini menyoroti dampak besar ketiadaan ayah, baik secara fisik maupun psikologis, terhadap anak-anak di Indonesia, khususnya fenomena "fatherless". Fatherless diartikan sebagai anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah. Studi ini dilakukan di Tamberu Barat untuk mengeksplorasi persepsi anak yatim terhadap figur ayah, baik sebagai figur simbolik maupun personal. Enam anak yatim, dengan komposisi tiga laki-laki dan tiga perempuan dari keluarga tunggal ibu, menjadi subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis pengalaman anak-anak ini. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun tidak tinggal bersama, anak yatim masih memiliki persepsi positif terhadap peran ayah dalam mengemban tanggung jawabnya, walaupun citra personal ayah cenderung negatif
PERAN BIMBINGAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Mamluatul Qomariyah; Eva Rosita; Arina Athiyallah; Irfan Mujahidin
El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam Vol 2 No 1 (2023): El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Dakwa dan Komunikasi Islam (STIDKIS) Al Mardliyyah Pamekasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65178/elfatih.v2i1.18

Abstract

Studi ini bertujuan mengeksplorasi peran bimbingan islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MTs tahfidzil Qur’an. Pendekatan kualitatif di gunakan dalam penelitian ini,dengan metode wawancara mendalam dan observasi partisipatif.temuan menunjukkan bahwa bimbingan islam memberikan landasan spiritual yang kuat bagi siswa,memotivasi mereka untuk belajar dengan penuh dedikasi dan tekad.selain itu,bimbingan islam juga membantu siswa dalam mengembangkan sikap disiplin, kesabaran, dan ketekunan, yang semuanya merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pendidik dan peneliti untuk memahami pentingnya integrasi nilai-nilai islam dalam pendidikan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa
PEMBIASAAN HIDUP BERAGAMA DALAM LINGKUNGAN KELUARGA Nur Imamah; Arina Athiyallah; Irfan Mujahidin; Dadan Sunandar
El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam Vol 3 No 1 (2024): El-Fatih: Jurnal Dakwah dan Penyuluhan Islam
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Dakwa dan Komunikasi Islam (STIDKIS) Al Mardliyyah Pamekasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65178/elfatih.v3i1.26

Abstract

Keluarga adalah lingkungan pertama dan terpenting bagi pendidikan anak-anak, di mana mereka menerima dasar pendidikan pertama mereka. Kualitas pendidikan yang diterima anak sangat ditentukan oleh lingkungan keluarga mereka. Lingkungan keluarga berperan sebagai institusi pendidikan yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak. Orang tua, sebagai penanggung jawab utama dalam keluarga, memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian dan mengelola pendidikan agama anak-anak mereka. Mereka harus mengajarkan nilai-nilai ajaran Islam dan membiasakan anak-anak untuk melaksanakan perintah agama, dengan memberikan pengawasan dan menjadi teladan yang baik. Melalui perhatian, bimbingan, dan kebiasaan yang dibangun oleh orang tua, anak-anak dapat diajarkan untuk patuh dalam melaksanakan perintah agama. Beberapa bentuk pembiasaan kehidupan beragama yang dapat dilakukan oleh orang tua termasuk shalat bersama, penguasaan pengetahuan agama, serta penerapan akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, orang tua dapat membantu anak-anak untuk membiasakan diri dalam melaksanakan perintah-perintah agama dengan baik dan konsisten