Di era modern dengan masyarakatnya yang individualis, solidaritas sosial menjadi aspek utama dalam memperkuat hubungan antarindividu. Pengabdian masyarakat ini bertujuan membangun solidaritas jemaat melalui aksi sosial pembagian sayur, oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bersama Gereja Bethel Indonesia (GBI) Ola et Labora Buksuling, Salatiga. Kegiatan berfungsi sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan pangan dan memperkuat kebersamaan serta kepedulian dalam komunitas gereja. Analisis menggunakan pendekatan interdisipliner, mengacu pada teori solidaritas sosial Émile Durkheim, teori religiusitas Glock & Stark, serta teori hierarki kebutuhan Maslow. Solidaritas sosial tercermin dalam aksi kolektif yang mempererat hubungan antarjemaat melalui pembagian sayur, sementara religiusitas menjadi faktor pendorong keterlibatan individu dalam tindakan prososial. Selain itu, teori Maslow menunjukkan pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan sosial jemaat. Pelaksanaan program melalui metode Participatory Action Research (PAR) mencakup tahapan: planning, action, dan member checking. Planning melalui Focus Group Discussion (FGD) dan observasi lapangan untuk menentukan sasaran penerima manfaat. Implementasi pembagian sayuran dilakukan secara berkala, disertai edukasi tentang pola makan sehat. Evaluasi melalui wawancara dan diskusi reflektif bersama jemaat untuk mengukur efektivitas program. Hasil pengabdian menunjukkan kegiatan berhasil menunjukkan solidaritas sosial dalam komunitas gereja, mempererat hubungan antarjemaat, serta menumbuhkan kesadaran pola makan sehat. Program ini juga memberikan manfaat psikososial rasa memiliki dan keterlibatan jemaat dalam komunitas. Kegiatan ini berpotensi direplikasi sebagai model pembangunan sosial berbasis komunitas yang berkelanjutan.Â