Ketersediaan air minum yang sehat dan layak masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di wilayah Cepu dan sekitarnya. Banyak warga mengandalkan air dengan kualitas pH rendah yang dapat berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Melihat kondisi ini, tim pengabdian dari Politeknik Energi dan Mineral Akamigas menghadirkan solusi sederhana melalui teknologi elektrolisa air. Teknologi ini memungkinkan air biasa diolah menjadi air alkali yang memiliki pH lebih tinggi, dan diyakini memiliki manfaat bagi tubuh. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk transfer teknologi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Alat elektrolisa yang digunakan dibuat dari komponen yang mudah diperoleh, seperti elektroda stainless steel dan adaptor listrik rumahan, dengan biaya pembuatan yang sangat terjangkau. Pelatihan diberikan secara langsung melalui metode praktik, agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merakit dan menggunakan alat secara mandiri. Hasil uji menunjukkan peningkatan pH air dari kisaran 6.2 – 6.5 menjadi 8.3 – 8.7 setelah melalui proses elektrolisa, tanpa peningkatan signifikan pada TDS. Air yang dihasilkan terasa lebih segar dan jernih, serta disambut positif oleh peserta. Lebih dari 70% peserta menyatakan mampu membuat ulang alat secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, masyarakat mampu mengadopsi teknologi sederhana yang berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan kemandirian pengolahan air bersih di tingkat lokal.