Syahrul Bachtiar
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Designing a Green Chemistry-Based Acid–Base E-Module for Chemistry Learning Dwi Ajni Shafarwati; Syahrul Bachtiar; Novi Ruhkyatul Alawiyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.114077

Abstract

Kemajuan teknologi digital menuntut guru menguasai media pembelajaran berbasis teknologi agar proses belajar menjadi lebih interaktif, menarik, dan mudah dipahami peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merancangan e-modul praktikum kimia pada materi asam-basa untuk peserta didik Fase F yang berorientasi pada prinsip green chemistry. Metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan: analisis kebutuhan belajar, perancangan struktur dan konten e-modul, serta pengembangan desain berbasis multimedia interaktif. Data diperoleh dari analisis dokumen praktikum, telaah kurikulum Kimia Fase F, dan literatur tentang e-modul, indikator alami, serta pembelajaran kimia berwawasan lingkungan. Hasil penelitian berupa e-modul yang berpotensi meningkatkan kompetensi digital dan pedagogik guru serta membantu peserta didik memahami konsep asam-basa secara kontekstual melalui eksperimen sederhana berbahan alami. Integrasi prinsip green chemistry dalam setiap kegiatan praktikum juga memberikan pengalaman belajar yang lebih aman, ekonomis, dan berwawasan keberlanjutan sehingga relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka pada Fase F. Selanjutnya penelitian ini direkomendasikan untuk dilakukan uji coba secara langsung kepada siswa. 
Mengintegrasikan ESD ke dalam kurikulum sekolah menengah: Strategi dan model implementasi Syahrul Bachtiar; Dwi Ajni Shafarwati
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 5 No. 1 (2026): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v5i1.67

Abstract

Education for Sustainable Development (ESD) is crucial for fostering students' capacity to address sustainability challenges. Despite its growing application, comprehensive insights into pedagogical strategies are limited. This study conducted a systematic literature review (SLR) in accordance with PRISMA 2020 guidelines, analyzing 29 empirical articles indexed in Scopus, Web of Science, and ERIC. Thematic analysis revealed four key findings: 1) A holistic sustainability competency framework serves as the dominant theoretical foundation; 2) Key pedagogical strategies include project-based learning, STEM-ESD, and inquiry-based learning; 3) Subject-based approaches dominate implementation models, although interdisciplinary and whole-school approaches are gaining ground; and 4) Teacher professional development is a key enabler, while competency gaps and a crowded curriculum are key barriers. Research confirms the positive impact of ESD on sustainability knowledge, attitudes, and critical thinking. These findings suggest that effective ESD integration requires aligning pedagogical innovation with institutional support, ongoing teacher development, and a coherent school culture.
Agricultural literacy among junior high school students in Indramayu Syahrul Bachtiar; Rusman Rusman; Dwi Ajni Shafarwati
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.113

Abstract

Indramayu Regency as one of the leading agrarian regions in West Java with the highest rice production, demonstrates a strong interconnection between its community and the agricultural sector. However, challenges related to farmer regeneration and negative perceptions of agriculture pose a threat to the sector's sustainability. Agricultural literacy is a crucial factor in enhancing junior high school students’ understanding of agriculture’s roles in social, economic, and environmental contexts. This research aims to examine the urgency of agricultural literacy among junior high school students in Indramayu Regency. A descriptive quantitative method was employed, utilizing a survey with a standardized test adapted from the Judd-Murray Agricultural Literacy Instrument (JMALI). The research was conducted at a junior high school in Indramayu, which was selected for its representation of the local farming community, as most students come from farming families and the school is situated in an agricultural area. Purposive random sampling was used to select participants. The results indicate that students’ agricultural literacy is generally low, with most students lacking knowledge, particularly regarding the connections between agriculture and economic, social, health, cultural, and environmental aspects. The study also discusses approaches to improve students’ agricultural literacy by integrating agricultural concepts into curriculum development.   Abstrak Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah agraris dengan produksi padi tertinggi di Jawa Barat, memiliki keterkaitan erat antara masyarakat dan sektor pertanian. Namun, tantangan regenerasi petani dan persepsi negatif terhadap pertanian mengancam keberlanjutan sektor ini. Literasi pertanian menjadi kunci penting untuk meningkatkan pemahaman siswa SMP tentang peran pertanian dalam aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat urgensi literasi pertanian pada siswa sekolah menengah pertama di kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan survey. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes standar yang diadaptasi dari Instrumen Literasi Pertanian Judd-Murray (JMALI). Lokasi penelitian ini disalah satu SMP di Indramayu. Sekolah ini dipilih karena dianggap merepresentasikan masyarakat Indramayu yang bermata pencaharian sebagai petani, karena letak geografisnya berada di wilayah pertanian dan mayoritas peserta didik adalah keluarga petani (family farmer). Teknik sampeling penelitian ini menggunakan purposive random sampling. Hasil uji pemahaman siswa terkait literasi pertanian menunjukan dikategori Rendah, Mayoritas siswa belum mengenal literasi pertanian terutama yang berkenaan dengan hubungan pertanian dengan ekonomi, sosial, kesehatan, budaya dan lingkungan. Dalam penelitian ini juga membahas terkait pendekatan untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait literasi pertanian dengan mengintegrasikannya ke dalam pengembangan kurikulum. Keywords: kurikulum integrasi; literasi pertanian; pembangunan berkelanjutan