Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Corporate Governance, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Pertumbuhan Penjualan terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Corporate Governance dievaluasi berdasarkan struktur Kepemilikan Institusional, keberadaan Dewan Komisaris Independent, fungsi Komite Audit, sementara Ukuran Perusahaan ditentukan melalui total asset, Likuiditas dinilai menggunakan rasio lancer, sementara Pertumbuhan Penjualan diukur berdasarkan tingkat pertumbuhan tahunan penjualan. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan-perusahaan manufaktur selama lima periode, dan metode analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Temuan penelitian ini menujukkan bahwa likuiditas dan pertumbuhan penjualan memiliki pengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Perusahaan dengan likuiditas yang lebih cenderung memiliki banyak sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk strategi penghindaran pajak. Selain itu, pertumbuhan penjualan yang pesat mendorong perusahaan untuk mengurangi kewajiban pajak demi mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan. Namun, tidak terdapat bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, dewan komisaris independent, komite audit dan ukuran perusahaan memengaruhi penghindaran pajak. Hasil ini memberikan pemahaman bagi manajer perusahaan serta pembuat kebijakan tentang pentingnya pengelolaan likuiditas dan strategi pertumbuhan penjualan dalam konteks penghindaran pajak.