Kaderisasi merupakan kegiatan terstruktur di perguruan tinggi vokasi yang berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter dan nilai kewargaan mahasiswa, namun kajian empiris mengenai perannya sebagai proses civic formation dalam membentuk karakter kewargaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bentuk dan mekanisme kaderisasi mahasiswa vokasi, mengidentifikasi nilai-nilai kewargaan yang dikembangkan, menganalisis perannya dalam pembentukan karakter kewargaan, serta mengkaji faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 87 mahasiswa yang telah mengikuti kaderisasi di PPNS periode 2024-2026. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dianalisis melalui pemberian skor, interpretasi nilai rata-rata, dan penarikan kesimpulan. Kebaruan penelitian ini terletak pada bukti empiris kuantitatif tentang peran kaderisasi mahasiswa vokasi dalam pembentukan karakter kewargaan, yang sebelumnya lebih banyak dikaji secara kualitatif dan pada konteks non-vokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menilai kaderisasi efektif dalam membentuk karakter kewargaan, meningkatkan pemahaman peran sebagai warga negara, serta menginternalisasikan nilai pancasila dan etika sosial. Namun demikian, keteladanan sosial, konsistensi implementasi nilai Pancasila, dan tanggung jawab berbasis kesadaran internal masih memerlukan penguatan. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa kaderisasi mahasiswa vokasi berkontribusi signifikan dalam proses civic formation untuk membentuk karakter kewargaan mahasiswa. Penelitian ini sekaligus memberikan dasar rekomendasi bagi praktik kaderisasi yang lebih kontekstual dan efektif di perguruan tinggi vokasi. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat konsep civic formation dalam konteks pendidikan tinggi vokasi melalui praktik kaderisasi mahasiswa.