Afifah Nurul Qolbi
STIT Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komparasi Tren FOMO Terhadap Konsep Qana’ah pada Pengguna Media Sosial Intan Dewi; Afifah Nurul Qolbi; Aini Fauziah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/gf958w09

Abstract

Pesatnya proliferasi media sosial mengintensifkan Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan pengguna yang memanifestasikan diri sebagai kecemasan kompulsif terhadap eksklusi sosial di ruang digital. FOMO secara konsisten dikaitkan dengan perbandingan sosial, penurunan kesejahteraan psikologis, kelelahan media sosial, dan erosi rasa cukup yang bertentangan dengan kebajikan Islam yakni qanaʿah. Meskipun perhatian empiris terhadap FOMO dan kajian tentang qanaʿah dalam pendidikan Islam terus berkembang, belum ada kerangka integratif untuk menangani keduanya sekaligus. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif tren perilaku FOMO di kalangan pengguna media sosial dan mengeksplorasi qanaʿah sebagai kerangka kontra-naratif guna mengonstruksi model integratif untuk kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Meta-analisis kualitatif dilakukan melalui kajian kepustakaan sistematis dengan menelaah 20 artikel bereputasi yang diterbitkan antara 2021 dan 2025, bersumber dari basis data Scopus, Web of Science, dan PubMed. Data dianalisis menggunakan prosedur meta-sintesis kualitatif tiga tahap oleh Noblit dan Hare. Temuan mengungkapkan bahwa FOMO beroperasi melalui tiga mekanisme yang saling memperkuat, yakni deprivasi kebutuhan psikologis, perbandingan sosial kompulsif, dan ketergantungan validasi eksternal. Mekanisme-mekanisme ini menghasilkan kondisi limbo regulasi diri yang memperburuk kesejahteraan subjektif. Sebaliknya, qanaʿah yang mencakup ridā, syukur, tawakkul, dan zuhud menunjukkan kapasitas psikospiritual yang terverifikasi secara empiris untuk memoderasi dampak destruktif FOMO, dengan bukti intervensi yang menunjukkan peningkatan 79,9% pada skor kesejahteraan psikologis. Penelitian ini memperkenalkan FOMO-Qanaʿah Dialectic Framework (FQDF), model integratif baru yang menjembatani psikologi kognitif-sosial dengan teori pendidikan Islam (tarbiyah nafsiyah). FQDF menyediakan aksis intervensi yang dapat ditindaklanjuti, yakni kognitif, afektif, behavioral, dan relasional, yang menawarkan kontribusi transformatif bagi pengembangan kurikulum PAI di era digital.