Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kredit Bermasalah (Non Performing Loan) pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Periode 2020–2023 Sri Zalfa Avrilya; Nadia Nur Qomarina; Andryno Totty N. Banjarnahor; Lara Nauly Lubis; Sri Karwinda Zega; Dina Aulia Sari; Rifani Enjelita Purba; Nasrullah Hidayat
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/b2rmdt59

Abstract

Perbankan mempunyai peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit ke berbagai sektor usaha. Namun, dalam proses penyaluran kredit tersebut terdapat risiko yang cukup besar, yaitu munculnya kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan rasio NPL pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selama periode 2020–2023, sekaligus mengidentifikasi penyebab terjadinya kredit macet, menilai keberhasilan pengelolaan kredit, serta melihat strategi yang diterapkan bank dalam mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan Bank BRI serta publikasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui data tersebut, peneliti dapat melihat kondisi dan perkembangan rasio NPL secara lebih objektif selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio NPL Bank BRI mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, namun tetap berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh regulator, yaitu sebesar 5%. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas kredit Bank BRI masih tergolong sehat meskipun dihadapkan pada tantangan seperti pandemi COVID-19 dan perubahan kondisi ekonomi. Untuk mengatasi kredit bermasalah, Bank BRI menerapkan beberapa strategi, seperti melakukan restrukturisasi kredit, meningkatkan kualitas analisis kredit, serta memperkuat sistem monitoring terhadap kredit yang telah disalurkan.
Pengaruh Nilai Tukar dan Suku Bunga Riil Amerika Serikat terhadap Utang Luar Negeri Indonesia Periode 2000–2024: Pendekatan Error Correction Model Geby Natalia Butarbutar; Anisa Nur Shafana; Ibtisaam Ashiil Zidane Nasution; Rut Natal Ria Tarihoran; Sri Zalfa Avrilya; Vivian Ester Panggabean
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14196

Abstract

Utang luar negeri (ULN) Indonesia yang berdenominasi valuta asing membuat perekonomian rentan terhadap pelemahan rupiah dan perubahan kondisi keuangan Amerika Serikat (AS). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh nilai tukar dan suku bunga riil AS terhadap ULN Indonesia dalam jangka panjang dan jangka pendek. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan data tahunan 2000–2024 dari World Bank dan Federal Reserve Economic Data (FRED). Analisis memakai Error Correction Model (ECM) Engle–Granger, diawali uji akar unit ADF yang menyamakan orde integrasi seluruh variabel pada second difference, uji kointegrasi, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan terhadap ULN, sedangkan suku bunga riil AS berpengaruh negatif dan signifikan, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Uji Engle–Granger mengindikasikan adanya kointegrasi pada taraf 5 persen, dan koefisien error correction term yang negatif serta signifikan menandakan penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Dapat disimpulkan bahwa nilai tukar dan suku bunga riil AS merupakan faktor eksternal penting dalam pergerakan ULN Indonesia. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan suku bunga riil AS yang memperhitungkan ekspektasi inflasi sebagai variabel eksternal, sedangkan studi terdahulu umumnya memakai suku bunga nominal atau domestik. Pengelolaan ULN perlu disertai upaya menjaga stabilitas nilai tukar dan mengantisipasi arah kebijakan moneter AS.