Sukman
institut agama islam negeri sorong

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH FAKFAK DALAM MENGEMBANGKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM DI KABUPATEN FAKFAK Baharudin Muhammad Munawi; Surahman Amin; Sukman
Al-Mumtaz: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. I April 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-mumtaz.v2i1.1787

Abstract

This scientific research aims to analyze management strategies and the influence of leadership management in Muhammadiyah Fakfak on the development of Islamic education quality in Fakfak Regency. The type of research used is descriptive qualitative which is located in the Secretariat of the Muhammadiyah Fakfak Regional Leadership, MI Muhammadiyah Fakfak, MTs Muhammadiyah Fakfak, and MTs Muhammadiyah Tahfizul Quran Fakfak. The primary data source in this study is the Chairperson of the Muhammadiyah Fakfak Regional Leadership, as the main informant and additional informants, namely the Chairperson of the Dikdasmen Council and the Head of the Muhammadiyah Fakfak Madrasah. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that 1) the management strategy of the Muhammadiyah regional leadership in developing the quality of Islamic education is the development of teacher quality, curriculum development, development of educational facilities, and collaboration with 2) the management strategy of PDM Fakfak in developing human resources as educators and managers of Islamic Education Institutions in Fakfak Regency in the form of training and professional development, recruitment and selection, incentive awards, and monitoring evaluations. 3) Analysis of the role of Muhammadiyah Fakfak leadership which can provide implications for the development of the quality of Islamic education including the preparation of a vision and mission through work meetings, curriculum development, training and development, empowerment of educational technology, and management of professional management.
IMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH ALIYAH NEGERI FAKFAK Jiono; Sukman; Hasbullah
Al-Mumtaz: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-mumtaz.v2i2.2069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Menganalisis peran, kendala dan tantangan serta realisasi pelaksanaan implementasi supervisi klinis dalam meningkatkan profesionalisme guru. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan field reseacrh yang berlokasi di Madrasah Aliyah Negeri Fakfak. Sumber data adalah Guru PAI dan kepala sekolah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian yaitu: 1) Implementasi supervisi klinis: a) Guru PAI menyampaikan permasalahan proses pembelajaran  dalam pengajaran kepada kepala sekolah melalui kegiatan coaching, b) Guru dan kepala sekolah  menetapkan keterampilan mengajar dalam observasi kelas, c) kepala sekolah melakukan penilaian saat observasi kelas dilaksanakan, d) Guru dan kepala sekolah melakukan pertemuan lanjutan terkait performa mengajar guru PAI, e) kepala sekolah dan guru melakukan tindak lanjut dari hasil supervisi klinis. 2) Hasil atau realisasi: a) kepala sekolah perlu meningkatkan pengetahuannya terkait bagaimana perannya sebagai seorang mitra kerja dengan Guru, b) Guru perlu bersikap terbuka agar dapat meningkatkan profesionalismenya melalui supervisi klinis. 3) Kendala dan tantangan: a) Guru masih kurang percaya diri saat dilakukan supervisi klinis kepala sekolah, b) kepala sekolah masih menanamkan peraturan yang bersifat kaku, c) Diskusi yang dilaksanakan belum maksimal karena masih dikendalikan oleh kepala sekolah