Pertumbuhan industri makanan dan minuman (F&B) premium di Indonesia meningkatkan kompleksitas risiko bisnis, terutama bagi perusahaan berskala besar dengan jaringan gerai multi-lokasi yang dituntut menjaga standar produk, konsistensi layanan, dan stabilitas operasional di tengah persaingan pasar yang dinamis. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan proses manajemen risiko yang meliputi identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi pada lima kategori risiko utama, yaitu operasional, reputasi, lingkungan, keuangan, dan sumber daya manusia (SDM). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara sebagai sumber data primer, serta publikasi resmi dan tren industri F&B sebagai data sekunder. Analisis risiko dilakukan dengan mengintegrasikan kerangka ISO 31000:2018 dan COSO ERM serta memetakan tingkat keparahan risiko menggunakan Likelihood–Impact Matrix untuk menentukan prioritas pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko paling kritis adalah meningkatnya pemain pasar yang berpotensi mengurangi daya saing dan pangsa pasar, diikuti risiko sedang seperti kerusakan peralatan, keluhan pelanggan, kontaminasi produk, dan tingkat turnover karyawan, sementara risiko rendah mencakup absensi karyawan, keterlambatan pasokan, antrean saat event khusus, dan kebakaran. Penelitian menyimpulkan bahwa penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000 dan COSO ERM efektif dalam mendukung stabilitas operasional dan reputasi perusahaan, namun perlu diperkuat melalui inovasi produk yang responsif terhadap tren, peningkatan kompetensi layanan, serta pemanfaatan teknologi untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar F&B premium