Konsumsi buah dan sayur anak usia dini di Indonesia, khususnya di KotaBandung, masih tergolong rendah meskipun Jawa Barat merupakan wilayah denganproduksi sayur dan buah yang tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2018 dan SurveiKesehatan Indonesia 2023, mayoritas masyarakat, termasuk anak-anak, belum memenuhianjuran konsumsi buah dan sayur harian. Rendahnya konsumsi ini berdampak padatingginya risiko stunting, kurang gizi, dan masalah kesehatan lainnya. Faktor seperti foodneophobia, preferensi rasa, penyajian yang kurang menarik, serta minimnya edukasivisual menjadi penyebab utama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media edukasiinteraktif berbasis Desain Komunikasi Visual (DKV) guna meningkatkan minat konsumsisayur pada anak usia 3–5 tahun di Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalahkualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil dariwawancara dengan guru, orang tua, dan pengasuh anak menunjukkan bahwa anak lebihtertarik pada media pembelajaran yang bersifat visual dan interaktif seperti mewarnai,menempel, serta permainan sederhana. Oleh karena itu, dirancanglah sebuah bukuaktivitas dengan ilustrasi karakter buah dan sayur, permainan edukatif, serta stiker dankalender konsumsi buah dan sayur harian. Media ini tidak hanya ditujukan untuk anak,tetapi juga sebagai panduan kreatif bagi orang tua dalam menyajikan buah dan sayurkepada anak dengan cara menyenangkan. Diharapkan media ini dapat menjadi alternatifedukatif non-digital yang efektif dalam menumbuhkan kebiasaan makan sehat sejak dini. Kata Kunci : Anak Usia Dini, Buah dan Sayur, Media Edukasi, Buku Aktivitas, Desain Komunikasi Visual