Risma Wulandari
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Framework Octalysis dalam Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Web pada Materi Statistika dengan Pendekatan Gamifikasi Risma Wulandari; R Ati Sukmawati; Delsika Pramata Sari
Computing and Education Technology Journal Vol 5, No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Pendidikan Komputer FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/cetj.v5i2.16494

Abstract

Penerapan gamifikasi dalam kegiatan pembelajaran dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran interaktif berbasis web pada materi statistika kelas X dengan mengintegrasikan pendekatan gamifikasi menggunakan framework octalysis, serta mendeskripsikan tingkat kevalidan media tersebut. Proses pengembangan mengacu pada model MDLC (Multimedia Development Life Cycle), yang dalam penelitian ini dibatasi hingga tahap concept, design, material collecting, assembly, dan testing. Media dirancang dengan menyisipkan berbagai elemen gamifikasi, seperti narrative, poin, lencana, leaderboard, progres, observer attachment, instant feedback, mini quest, unlocking system, eksperimen interaktif, dan countdown timer. Setiap elemen dipilih minimal satu untuk merepresentasikan keseluruhan core drives dalam octalysis. Pengumpulan data dilakukan melalui angket validasi yang diisi oleh dua validator materi dan dua validator media, dengan hasil dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor kevalidan. Penelitian ini menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis web pada materi statistika kelas X dengan pendekatan gamifikasi menggunakan framework octalysis. Tingkat kevalidan yang diperoleh sangat tinggi, yaitu 94,3% untuk materi dan 80,2% untuk media. Media ini dinyatakan valid untuk digunakan dalam pembelajaran dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dengan fitur tambahan seperti sistem level, avatar yang dapat disesuaikan, reward mingguan, serta interaksi langsung antara guru dan siswa guna meningkatkan partisipasi belajar.