Hari Susanta Nugraha
Department of Administration Business, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Organizational Commitment dan Workload Terhadap Turnover Intention Dengan Job Satisfaction Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Bank Jateng Cabang Utama di Kota Semarang) Dwi Kaniyah; Reni Shinta Dewi; Hari Susanta Nugraha
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.43735

Abstract

Abstract : Turnover intention usually arises marked by changes in attitudes and behavior carried out by employees. These attitudes and behavior will determine the quality and survival of the company. Employees must have a commitment to be able to accept the tasks given and be responsible, so this will influence employee satisfaction with work results. The amount of work given and company targets that are too large can cause employees to feel exhausted and even stressed. By encouraging employees to do additional working hours, this can increase employees' desire to leave the company. The type of research used is explanatory research. The population in this study was 73 permanent employees. Data analysis using SmartPLS 4.0 and Microsoft Excel software. The research results show that workload and job satisfaction have an effect on turnover intention, organizational commitment and workload have an effect on job satisfaction, and workload has a positive and significant effect on turnover intention through job satisfaction as an intervening variable. Meanwhile, organizational commitment has no effect on turnover intention, but if it is through job satisfaction, this variable has a positive and significant effect.Keywords: organizational commitment; workload; job satisfaction; and turnover intention Abstrak : Turnover intention biasanya timbul ditandai dengan adanya perubahan sikap dan perilaku yang dilakukan oleh karyawan, sikap dan perilaku ini akan menentukan kualitas serta keberlangsungan hidup dari perusahaan. Karyawan harus memiliki komitmen agar dapat menerima tugas yang diberikan dan bertanggung jawab, sehingga hal ini akan mempengaruhi kepuasan karyawan terhadap hasil pekerjaan. Jumlah pekerjaan yang diberikan serta target perusahaan yang terlalu besar dapat menyebabkan karyawan merasa kelelahan hingga stress, dengan didorong karyawan melakukan tambahan jam kerja, hal ini dapat meningkatkan keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Tipe penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Populasi pada penelitian ini ialah karyawan tetap sebanyak 73 responden. Analisis data menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.0 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan jika workload dan job satisfaction berpengaruh terhadap turnover intention, organizational commitment dan workload berpengaruh terhadap job satisfaction, dan workload berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention melalui job satisfaction sebagai variabel intervening. Sedangkan, organizational commitment tidak berpengaruh terhadap turnover intention, tetapi jika melalui job satisfaction maka variabel ini berpengaruh positif dan signifikan.Kata kunci: organizational commitment; workload; job satisfaction; dan turnover intention 
Peran Ganda Terhadap Kinerja Karyawan dengan Stres Kerja sebagai Variabel Intervening Pada Pekerja Wanita PT Inocycle Technology Group Tbk Kabupaten Semarang Kheren Pangaribuan; Sari Listyorini; Hari Susanta Nugraha
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2024.43173

Abstract

 Abstract Employee performance can be identified through the production results of employees. Women are often expected to take care of household chores, family, and children; while they are also expected to be able to work and succeed in their jobs. This results in women being prone to experiencing conflicting role expectations, which also aligns with the suboptimal performance of employees. PT Inocycle Technology Group Tbk in Semarang Regency has several female employees because there are jobs that require good detailing, with a total of 46 female employees. Data collection utilized a Rating Scale questionnaire. Analysis was conducted using Smart PLS 4.0 software. Findings reveal that conflicting role expectations significantly increase job stress, which, in turn, impacts employee performance positively. However, the direct effect of conflicting role expectations on performance is negligible. When mediated by job stress, conflicting role expectations exhibit a significant positive impact. This research advises PT Inocycle Technology Group Tbk Semarang Regency to evaluate working hours policies, offer additional facilities, provide appreciation, and provide training and development.Keywords: employee performance; dual role conflict; job stressKinerja karyawan dapat diketahui melalui hasil produksi karyawan. Perempuan sering diharapkan untuk mengurus pekerjaan rumah tangga, keluarga, dan anak-anak; sementara mereka juga diharapkan untuk dapat bekerja dan berhasil dalam pekerjaannya. Hal ini mengakibatkan perempuan rentan mengalami konflik ekspektasi peran, yang juga sejalan dengan kinerja karyawan yang kurang optimal. PT Inocycle Technology Group Tbk di Kabupaten Semarang memiliki beberapa karyawan perempuan karena ada pekerjaan yang membutuhkan detailing yang baik, dengan total 46 karyawan perempuan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Rating Scale. Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Smart PLS 4.0. Temuan mengungkapkan bahwa ekspektasi peran yang bertentangan secara signifikan meningkatkan stres kerja, yang pada gilirannya, berdampak positif pada kinerja karyawan. Namun, efek langsung dari ekspektasi peran yang bertentangan terhadap kinerja dapat diabaikan. Ketika dimediasi oleh stres kerja, ekspektasi peran yang bertentangan menunjukkan dampak positif yang signifikan. Penelitian ini menyarankan PT Inocycle Technology Group Tbk Kabupaten Semarang untuk mengevaluasi kebijakan jam kerja, menawarkan fasilitas tambahan, memberikan apresiasi, dan memberikan pelatihan dan pengembangan. Kata Kunci: kinerja karyawan; konflik peran ganda; stres kerja