Reni Shinta Dewi
Department of Business Administration, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH WORK-LIFE BALANCE TERHADAP TURNOVER INTENTION DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA KARYAWAN SHIFT SINAR JAYA HOUSEWARE TEGAL) Yuli Evatun Khasanah; Hari Susanta Nugraha; Reni Shinta Dewi
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 14, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jiab.2025.47399

Abstract

Abstraksi: Turnover intention adalah niat karyawan untuk meninggalkan perusahaan dalam waktu dan alasan tertentu, yang menjadi perhatian penting dalam perilaku organisasi. Tingginya turnover intention dapat berdampak negatif pada stabilitas dan produktivitas perusahaan serta meningkatkan biaya rekrutmen dan pelatihan. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention sangat penting untuk meningkatkan retensi karyawan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh work-life balance terhadap turnover intention dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada karyawan shift yang sudah menikah di Sinar Jaya Houseware Tegal. Metode yang digunakan adalah explanatory research dengan analisis data menggunakan Smart PLS 4.1 dan Microsoft Excel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala penilaian, melibatkan 71 karyawan shift yang sudah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention; (2) work-life balance berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja; (3) kepuasan kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intention; dan (4) work-life balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention melalui kepuasan kerja. Berdasarkan temuan ini, perusahaan disarankan untuk meningkatkan work-life balance karyawan guna memperbaiki kepuasan kerja, yang pada gilirannya dapat mengurangi turnover intention. Implementasi kebijakan fleksibel dan program peningkatan kepuasan kerja akan membantu mengurangi tingkat turnover dan meningkatkan keterlibatan karyawan.