Zaky Muhammad Aqil
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN KITAB AL-ISTIʿĀB FĪ MAʿRIFAT AL-AṢḤĀB: METODOLOGI DAN SISTEMATIKA PENULISAN BIOGRAFI SAHABAT DALAM KITAB AL-ISTIʿĀB KARYA IBN ʿABD AL-BARR Zaky Muhammad Aqil
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 3 No 2 (2025): Al-Atsar : Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v3i2.1132

Abstract

ABSTRAKKitab Al-Istiʿāb fī Maʿrifat al-Aṣḥāb merupakan karya Ibn ʿAbd al-Barr (w. 463 H), seorang ulama besar dari Andalusia yang dikenal dalam bidang ilmu hadis dan rijāl al-ḥadīṡ. Kitab ini   merupakan ensiklopedia sahabat Nabi Ṣallallāhu ʿalaihi wa sallam yang memuat lebih dari 3.500 biografi sahabat. Ibn ʿAbd al-Barr menetapkan kriteria sahabat sebagai siapa saja yang pernah bertemu Nabi dalam keadaan beriman, meskipun hanya sekali, bahkan mencakup anak-anak yang didoakan atau diberkahi oleh Nabi Ṣallallāhu ʿalaihi wa sallam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka terhadap teks primer al-Istiʿāb, dengan dukungan literatur klasik dan kontemporer dalam ilmu rijāl dan sejarah para sahabat. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-Istiʿāb disusun secara alfabetis berdasarkan huruf hijaiah sesuai dengan sistem yang berlaku di wilayah Maghrib dan Andalusia. Kitab ini menunjukkanbentuk revolusi metodologis Ibn ʿAbd al-Barr dalam penyusunan biografi sahabat yang lebih ringkas dan mudah dipelajari, serta menegaskan kebangkitan hegemoni keilmuan Barat di tengah kondisi sosial-politik Andalusia pada masa Mulūk al-Ṭawāʾif yang penuh gejolak. Sumber-sumber keilmuan dari Timur, seperti karya Ibn al-Sakan dan al-ʿUqaylī, menjadi fondasi penting dalam penyusunan al-Istiʿāb, meskipun Ibn ʿAbd al-Barr sendiri tidak melakukan riḥlah ke wilayah Timur. Karya ini memberikan kontribusi besar bagiperkembangan ilmu rijāl dan sīrah sahabat di kawasan Barat Islam serta menjadi rujukan utama bagi para ulama setelahnya, seperti Ibn al-Atsīr dalam Asad al-Ghābah dan Ibn Ḥajar al-ʿAsqalānī dalam al-Iṣābah. Kata Kunci: Ibn ʿAbd al-Barr, al-Istiʿāb, Rijāl al-Ḥadīṡ, Sahabat Nabi, Andalusia.
Bias and Hallucination of Artificial Intelligence in Hadith Studies: An Analysis of Epistemological Distortion in ChatGPT and Gemini Zaky Muhammad Aqil
el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu Vol. 7 No. 1 (2026): el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu
Publisher : The Hadith Department, Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought, State Islamic University of Raden Fatah Palembang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/elsunnah.v7i1.33666

Abstract

This article examines the phenomenon of bias in Artificial Intelligence (AI) through a real-world case study of user interactions with ChatGPT and Gemini within the context of Hadith studies. Employing an exploratory case study method via prompt engineering techniques and comparative data analysis, this research identifies representative bias and hallucinations. Each form of bias carries serious implications: the epistemological distortion of meaning and the displacement of scholarly authority by the pseudo-authority of AI. This study emphasizes the necessity of mitigation strategies, including utilizing AI solely as a "sparring partner," verifying AI-generated outputs against authoritative sources—such as religious scholars (ulama) and primary Hadith texts—and enhancing religious literacy. The findings assert that AI is not a neutral entity; therefore, its application in Hadith studies must be critical, purposeful, and grounded in authentic sources to remain within normative boundaries.