Armydita Putri Permatasari
University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reconciling Educational Dualism in Indonesia: A Study of Islamic Education Integration into the National Education System (1945–Reform Era): (Rekonsiliasi Dualisme Pendidikan di Indonesia: Studi Integrasi Pendidikan Islam ke dalam Sistem Pendidikan Nasional (1945-Era Reformasi)) Armydita Putri Permatasari; Devita Putri Alivia; Noerfidyah Zoelvani Khoiroenisyah
Al Kautsar: Knowledge Advancements in Teaching Strategies and Research Vol. 3 No. 1 (2025): Al-Kautsar: Knowledge Advancements in Teacing Strategies and Research, January
Publisher : PT. Berkah Smart Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/al-kautsar.v3i1.156

Abstract

Abstract: This research analyzes the reconciliation efforts against educational dualism in Indonesia through the integration of Islamic education into the National Education System from the post-independence era to the Reformation era. Islamic education in Indonesia has historically experienced a dichotomy resulting from the secular system inherited from Dutch colonialism, which separated general and religious knowledge. This study is a library research using a qualitative approach and descriptive analysis of primary and secondary data, including books, journals, and policy documents. The results indicate that during the post-independence period (Old Order), the government began providing serious attention to madrasahs and pesantren as vital sources of public intelligence. Integration efforts strengthened during the New Order era with the enactment of Law No. 2 of 1989 as a step to harmonize Islamic and general education. In the Reformation era, this integration became formally established, although Islamic education now faces new challenges in adapting to information and communication technology. This research concludes that the integration of Islamic education is not merely an administrative effort but a strategic move to develop individuals capable of meeting contemporary challenges through a balance of faith and knowledge. Abstrak: Penelitian ini menganalisis upaya rekonsiliasi terhadap dualisme pendidikan di Indonesia melalui integrasi pendidikan Islam ke dalam Sistem Pendidikan Nasional sejak proklamasi kemerdekaan hingga era Reformasi. Pendidikan Islam di Indonesia secara historis mengalami dikotomi akibat warisan sistem sekuler kolonial Belanda yang memisahkan ilmu umum dan agama. Penelitian ini merupakan studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif terhadap data primer dan sekunder berupa buku, jurnal, dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca kemerdekaan (Orde Lama), pemerintah mulai memberikan perhatian serius terhadap madrasah dan pesantren sebagai sumber kecerdasan rakyat. Upaya integrasi semakin menguat pada masa Orde Baru melalui lahirnya UU No. 2 Tahun 1989 sebagai langkah menyelaraskan pendidikan Islam dengan pendidikan umum. Pada era Reformasi, integrasi tersebut semakin kukuh secara formal, meski pendidikan Islam kini menghadapi tantangan baru berupa adaptasi teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendidikan Islam bukan sekadar upaya administratif, melainkan strategi untuk menciptakan manusia yang mampu menjawab tantangan zaman dengan keseimbangan iman dan ilmu