Transisi menuju ekonomi net-zero menuntut peran aktif perusahaan sebagai kontributor emisi terbesar, namun kesenjangan antara tuntutan regulasi dan kualitas pelaporan karbon masih signifikan. Akuntansi karbon hadir sebagai instrumen strategis untuk mengukur, memantau, mengungkapkan, dan mengelola emisi Gas Rumah Kaca (GRK), tetapi literaturnya masih tersebar dan belum terpetakan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran multidimensional akuntansi karbon meliputi pengukuran, pemantauan, pengungkapan, dan strategi dalam mendorong transisi net-zero, serta mengidentifikasi tantangan implementasi dan merumuskan agenda penelitian ke depan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020 terhadap 22 artikel sampel periode 2021-2026 dari empat basis data utama (Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan SINTA). Analisis dilakukan melalui sintesis naratif dan analisis tematik dengan kerangka Theory-Context-Methods (TCM). Hasil menunjukkan akuntansi karbon berperan melalui empat dimensi saling melengkapi yaitu pengukuran sebagai fondasi data, pemantauan sebagai mekanisme evaluasi, pengungkapan sebagai jembatan transparansi, dan strategi sebagai muara transformasi bisnis. Namun, implementasi masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi teori, dominasi konteks negara maju, keterbatasan metodologi, kompleksitas pengukuran Scope 3, risiko greenwashing, lemahnya integrasi dengan sistem akuntansi manajemen, dan kesiapan negara berkembang yang belum memadai. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis melalui pemetaan integratif, secara praktis melalui panduan implementasi bagi manajer, dan secara kebijakan melalui rekomendasi bagi regulator dalam merancang kerangka akuntansi karbon yang lebih efektif dan berkelanjutan.