Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Literasi Anak Melalui Pendekatan Gamifikasi Di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat Atiqa Nur Latifa Hanum; Amriani Amir; Kurniawan; Sahidi
Karuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): Karuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : CV Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/karuna.v3i1.368

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi informasi anak-anak di wilayah pedesaan, khususnya di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber informasi dan sarana pendidikan. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi literasi informasi anak usia 8–14 tahun melalui pendekatan pembelajaran berbasis gamifikasi yang kontekstual dan mudah dipahami. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui permainan edukatif, simulasi, dan praktik langsung dengan memanfaatkan sumber daya lokal tanpa ketergantungan pada teknologi canggih. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi, mengakses dan mengevaluasi sumber, serta memanfaatkan informasi secara tepat. Selain itu, pendekatan gamifikasi terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan keterlibatan kritis peserta. Program ini memberikan kontribusi dalam mengurangi kesenjangan literasi informasi antara wilayah pedesaan dan perkotaan serta berpotensi direplikasi pada komunitas serupa.This community service program is motivated by the low level of information literacy among children in rural areas, particularly in Kebong Village, Kelam Permai District, Sintang Regency, West Kalimantan, where access to quality information and educational resources is limited. The program aims to enhance information literacy skills of children aged 8–14 through a gamification-based learning approach that is contextual and accessible. The implementation applied a participatory method involving educational games, guided simulations, and hands-on activities using locally available resources without reliance on advanced technology. The results indicate improvements in participants’ ability to identify information needs, access and evaluate information sources, and use information appropriately. Furthermore, the gamification approach effectively increased learning motivation, active participation, and critical engagement. Overall, the program contributes to reducing the information literacy gap between rural and urban areas and demonstrates potential for replication in similar communities. 
Manajemen Tata Ruang Ruang Baca FKIP Universitas Tanjungpura dalam Meningkatkan Kenyamanan Pengguna Cinthya Steffani; Sahidi; Kurniawan
Codex: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 2 No. 1 (2026): Codex: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Codex: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/codex.v2i1.400

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manajemen tata ruang ruang baca dalam meningkatkan kenyamanan pengguna di perpustakaan perguruan tinggi. Ruang baca yang tertata dengan baik tidak hanya mendukung aktivitas belajar, tetapi juga memengaruhi tingkat kenyamanan dan intensitas pemanfaatan ruang oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen tata ruang ruang baca di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura dalam meningkatkan kenyamanan pengguna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi pengelola ruang baca dan mahasiswa sebagai pengguna. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan tata ruang telah mendukung kenyamanan pengguna, terutama dari aspek pencahayaan dan ventilasi, namun belum optimal akibat keterbatasan ruang, fasilitas yang belum memadai, serta penataan koleksi yang belum sistematis. Kondisi ini memengaruhi kenyamanan dan efektivitas penggunaan ruang baca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen tata ruang perlu dikembangkan secara lebih terencana, sistematis, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan ruang baca. This study is motivated by the importance of spatial layout management in improving user comfort in academic library reading rooms. A well-organized reading space not only supports learning activities but also influences user comfort and space utilization. This study aims to analyze the management of reading room layout in the Faculty of Teacher Training and Education at Universitas Tanjungpura in enhancing user comfort. A qualitative approach with a descriptive design was employed. The research subjects included reading room staff and student users. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that layout management has supported user comfort, particularly in terms of lighting and ventilation, but remains suboptimal due to limited space, insufficient facilities, and unsystematic collection arrangement. These conditions affect user comfort and the effectiveness of space utilization. The study concludes that spatial layout management needs to be more structured, systematic, and user-oriented to improve comfort and service quality.