Delima
Universitas Alifah Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Terapi Pijat Oksistosin Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Menyusui di Ruangan Kebidanan RSUD Dr. Rasidin Padang Tahun 2025 Susi Susanti; Rischa Hamdanesti; Delima
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Menulis - April
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i4.1077

Abstract

Menurut WHO pemberian ASI eksklusif di dunia 48% masih dibawah target. Pemberian ASI di Indonesia selama 2 tahun kehidupan seorang bayi terjadi penurunan pada tahun 2022 menjadi 86,5% pada tahun 2023 menjadi 63,9% dan masih dibawah target 80%. Sumatera Barat tahun 2023 mencatat cakupan pemberian ASI 78,3%, turun tahun 2022 sebanyak 80,2%. Pencapaian ASI terendah di Kota Padang 70,3%. Masalah menyusui yang paling banyak terjadi pada ibu menyusui terdiri dari puting susu lecet 56,4%, bendungan payudara 36,12% dan mastitis 7,5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Terapi Pijat Oksistosin Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Menyusui di Ruangan Kebidanan RSUD Dr. Rasidin Padang Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Pre Eksperiment Design dengan jenis rancangan Pre-Post Test One Group Design. Penelitian dilaksanakan bulan Maret – Agustus 2025. Pengumpulan data tanggal 03 - 21 Juli 2025. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu post partum yang ASInya tidak lancar di Ruangan Kebidanan RSUD Dr. Rasidin Padang bulan Maret sebanyak 52 orang dengan sampel 14 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rerata kelancaran ASI sebelum diberikan tertinggi adalah 3 dan rerata kelancaran ASI sesudah diberikan pijat oksitosin adalah 4,21, Ada Pengaruh Terapi Pijat Oksitosin Terhadap Kelancaran ASI pada Ibu menyusui di Ruangan Kebidanan RSUD Dr. Rasidin Padang Tahun 2025 (pvalue=0,003). Kesimpulan penelitian ini pijat oksitosin mempunyai pengaruh terhadap kelancaran ASI. D Diharapkan perawat dapat memberikan informasi secara menyeluruh tentang kelancaran ASI pada ibu menyusui dengan cara memberikan edukasi pada suami dan keluarga untuk proses melakukan pijat oksitosin bagi ibu dengan ASI tidak lancar.
Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Ibu Dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Campak Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang Leni Marlina; Delima; Nizwardi Azkha
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): GJIK - Februari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i1.1999

Abstract

Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius yang mengancam balita, dengan komplikasi berat hingga kematian. Cakupan imunisasi campak di Sumatera Barat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Andalas, masih jauh di bawah target yang direkomendasikan WHO (95%) dengan hanya mencapai 12,3%. Kondisi ini menunjukkan adanya urgensi tinggi untuk meningkatkan kepatuhan imunisasi campak demi mencegah peningkatan kasus dan komplikasi yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi campak pada balita di wilayah kerja Puskesmas Andalas Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan motivasi ibu, serta lembar observasi untuk menilai kepatuhan imunisasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (61,5%), motivasi baik (73,1%), dan kepatuhan dalam pemberian imunisasi (74%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan (p=0,045) serta motivasi ibu dengan kepatuhan (p=0,011). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan motivasi berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan imunisasi campak pada balita. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan serta dukungan keluarga untuk memperkuat motivasi ibu dalam melaksanakan imunisasi sesuai jadwal.