Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberian Jus Tomat untuk Menurunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Kota Palembang Marwan Riki Ginanjar; Dieka Pratama Putra; Rismaya Rismaya; Risdiani Ardiah Rahayu; Diana Charolina
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i5.1137

Abstract

Hipertensi keadaan dimana mengalami peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Batas normal tekanan darah adalah 120/80 mmHg. Seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi meningkatkan resiko jantung, gagal jantung, stroke dan gagal ginjal. Hipertensi berkaitan dengan gaya hidup masyarakat seperti stress, kegemukan, kurang aktivitas (olahraga), merokok, makanan tinggi kadar lemak, asupan natrium yang tinggi dan asupan kalium yang rendah serta konsumsi alkohol berlebih. Berdasarkan WHO 2018, hipertensi setidaknya menyerang 22% penduduk dunia. Sedangkan angka kejadian di Asia Tenggara mencapai angka sebesar 36%. Penatalaksanaan hipertensi terdiri dari farmakologi dan non farmakologi salah satunya dengan pemberian jus tomat. Jenis desain yang digunakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah one group - pra -post test design (pra eksperimen). Populasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah semua penderita hipertensi di Kecamatan Seberang Ulu II, Kelurahan 16 Ulu, RW 01, RT 03 Kota Palembang yang berjumlah 39 orang. Sampel dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebanyak 39 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Terdapat perbedaan rata – rata perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik yaitu median sistolik sebelum intervensi 167.00 mmHg dan setelah intervensi 160.00 mmHg, sedangkan diastolik sebelum intervensi yaitu median 91.00 mmHg dan setelah intervensi median 90.00 mmHg dengan P-value = 0,000 (P-value < 0,005). Sehingga dapat diketahui ada perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan antara sebelum dan setelah responden meminum jus tomat. Diharapkan kepada masyarakat agar dapat meminum jus tomat dengan rutin sesuai anjuran sebagai upaya dalam menurunkan tekanan darah.
Penerapan Pendidikan Kesehatan dengan Video Animasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang Menstruasi dalam Mencegah Kegawatdaruratan Anemia pada Remaja Putri Yuniza Yuniza; Mar’atun Ulaa; Marwan Riki Ginanjar; Putri Arsy Adelia
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1568

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja dalam menghadapi menstruasi sehingga remaja dapat mencegah terjadinya anemia saat menstruasi. Responden yang didapat sebanyak 29 siswi Kesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat penting baik individu juga masyarakat karena berpengaruh   pada siklus   kehidupan   serta keberlangsungan kehidupan manusia.  Cairo, ICPD (International Conference for Population and Development) menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan   sosial secara utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, pada seluruh hal   yang berkaitan menggunakan sistem reproduksi, dan fungsi serta prosesnya. Salah satu fase awal dalam kehidupan seorang remaja adalah masa pubertas. Pubertas remaja diartikan sebagai masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa dengan batasan usia 10-19 tahun yang ditandai dengan adanya perubahan fisik dan psikis. Pada fase remaja peran orang tua sangatlah penting. Awal masa pubertas seorang wanita adalah menstruasi pertama yang merupakan keluarnya darah dari dinding rahim pertama kali bagi seorang wanita dengan rentang usia 10-14 tahun yang menandakan bahwa dirinya telah memasuki masa dewasa secara religius dan sudah matang untuk mulai bereproduksi. Minimnya informasi dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi khususnya menstruasi mempengaruhi persepsi remaja terhadap menstruasi. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan. Salah satu pendidikan kesehatan yang diberikan dapat menggunakan video animasi. Data diolah untuk mengetahui distribusi frekuensi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Kesimpulan: didapatkan hasil bahwa peningkatan pengetahuan siswi setelah dilakukan edukasi tentang pencegahan kegawatdaruratan anemia.