Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran matematika karena berperan dalam membentuk kemampuan siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah secara logis. Penelitian ini bertujuan menghasilkan E-Modul Matchamatika berbasis Kurikulum Merdeka pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) yang berfungsi mendukung pengembangan HOTS siswa. Proses pengembangan mengacu pada model ADDIE yang mencakup tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kelayakan produk ditentukan melalui validasi oleh ahli materi, media, dan bahasa, serta diujicobakan kepada 15 siswa kelas X SMA Global Indonesia. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul memenuhi kriteria kelayakan, sedangkan hasil respons siswa mengindikasikan bahwa e-modul mudah digunakan dan mendukung aktivitas belajar secara mandiri. Pengujian efektivitas melalui desain one group pretest-posttest menunjukkan peningkatan HOTS dengan nilai N-Gain sebesar 0,5700 yang berada pada kategori sedang. Selain itu, hasil uji Paired Samples Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan HOTS sebelum dan sesudah penggunaan e-modul. Temuan ini menunjukkan bahwa E-Modul Matchamatika berbasis Kurikulum Merdeka layak, praktis, dan efektif dalam memfasilitasi peningkatan HOTS siswa dalam pembelajaran matematika. Higher Order Thinking Skills (HOTS) are essential competencies in mathematics learning as they enable students to analyze, evaluate, and solve problems logically and systematically. This study aimed to develop a Kurikulum Merdeka–based Matchamatika E-Module on the topic of Three-Variable Linear Equation Systems (TVLES) to support the enhancement of students’ HOTS. The development process followed the ADDIE model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The feasibility of the product was determined through validation by media, content, and language experts and was subsequently tested on 15 tenth-grade students at SMA Global Indonesia. Validation results indicated that the e-module met the required feasibility standards, while students’ responses suggested that it was easy to use and supported independent learning. Effectiveness testing using a one-group pretest-posttest design demonstrated an improvement in students’ HOTS, with an N-Gain score of 0.5700 categorized as moderate. Furthermore, the Paired Samples Test revealed a significant difference between students’ HOTS before and after using the e-module. These findings indicate that the Matchamatika E-Module is valid, practical, and effective in facilitating the development of students’ HOTS in mathematics learning.