p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pharmacopoeia
Novri Fitriani
BPOM di Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kepatuhan Apotek Dalam Penyerahan Antibiotik Berdasarkan Resep Dokter Sebelum Dan Sesudah Implementasi Surat Edaran Kepala Daerah: Studi Monitoring Bpom Di Bengkulu Novri Fitriani; Avrilya Iqoranny Susilo
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1289

Abstract

Resistensi antimikroba (AMR) merupakan ancaman kesehatan yang semakin meningkat dan berpotensi meningkatkan morbiditas, mortalitas, serta beban ekonomi kesehatan. Salah satu faktor utama yang mendorong perkembangan AMR adalah penggunaan antibiotik yang tidak rasional, termasuk praktik penyerahan antibiotik tanpa resep dokter di sarana pelayanan kefarmasian. Untuk memperkuat pengendalian penggunaan antibiotik, pemerintah daerah menerbitkan Surat Edaran (SE) Kepala Daerah yang menegaskan bahwa antibiotik hanya boleh diserahkan dengan resep dokter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil monitoring BPOM terhadap kepatuhan penyerahan antibiotik pada sarana apotek di Provinsi Bengkulu sebelum dan sesudah penerbitan SE Kepala Daerah. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan before after studi berdasarkan data monitoring BPOM pada 42 apotek yang sama pada tahun 2024 dan 2025 di Provinsi Bengkulu. Analisis dilakukan secara deskriptif dan komparatif menggunakan uji McNemar untuk data berpasangan dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberlakukan SE hanya 3 apotek (7,1%) patuh menyerahkan antibiotik dengan resep dokter, 39 apotek (92,9%) masih menyalurkan antibiotik tanpa resep. Setelah penerbitan SE meningkat menjadi 16 apotek (38,1%) yang patuh, 26 apotek (61,9%) masih tidak patuh. Uji McNemar menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua periode. Penerbitan SE Kepala Daerah berkaitan dengan peningkatan kepatuhan apotek dalam penyerahan antibiotik berdasarkan resep dokter.
Analisis Kepatuhan Apotek Dalam Penyerahan Antibiotik Berdasarkan Resep Dokter Sebelum Dan Sesudah Implementasi Surat Edaran Kepala Daerah: Studi Monitoring Bpom Di Bengkulu Novri Fitriani; Avrilya Iqoranny Susilo
Jurnal Pharmacopoeia Vol 5 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v5i1.1289

Abstract

Antimicrobial resistance (AMR) is a growing health threat and has the potential to increase morbidity, mortality, and the economic burden on health care. One of the main factors driving the development of AMR is the irrational use of antibiotics, including the practice of dispensing antibiotics without a doctor's prescription in pharmaceutical service facilities. To strengthen control of antibiotic use, the regional government issued a Regional Head Circular (SE) which emphasized that antibiotics may only be dispensed with a doctor's prescription. This study aims to analyze the results of BPOM monitoring of antibiotic dispensing compliance at pharmacies in Bengkulu Province before and after the issuance of the Regional Head Circular. This study used a quasi-experimental design with a before-after study approach based on BPOM monitoring data at the same 42 pharmacies in Bengkulu Province in 2024 and 2025. The analysis was conducted descriptively and comparatively using the McNemar test for paired data with a significance level of p < 0.05. The results showed that before the Circular was implemented, only 3 pharmacies (7.1%) complied with dispensing antibiotics with a doctor's prescription, while 39 pharmacies (92.9%) still dispensed antibiotics without a prescription. After the issuance of the circular, 16 pharmacies (38.1%) were compliant, while 26 pharmacies (61.9%) remained non-compliant. The McNemar test showed a significant difference between the two periods. The issuance of the Regional Head's circular was associated with increased pharmacy compliance in dispensing antibiotics based on doctor's prescriptions