p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Khoirun Nisa Alfitri
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Praktik Pemberian Makan Pada Balita Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tri Astuti; Silvi Lailatul Mahfida; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.205

Abstract

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,5% dan di DIY sebesar 21,5%. Salah satu penyebab stunting yaitu praktik yang kurang tepat serta karakteristik ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan praktik pemberian makan pada balita di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini adalah ibu dan balita usia 0-59 bulan berjumlah 166 responden dengan menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian ini adalah karakteristik ibu yaitu pendidikan, pekerjaan, usia ibu, dan jumlah anak sebagai variabel independen diukur menggunakan kuesioner dan praktik pemberian makan pada balita sebagai variabel dependen yang diukur menggunakan kuisioner Caregiver`s Feeding Style Questionnaire (CFSQ). Penelitian ini merupakan data sekunder dari penelitian utama yang berjudul “Estimasi Status Gizi Balita Berdasarkan Role Model Makanan, Food Skill, dan Demokratis Parental Feeding Pada Ibu Bekerja di Yogyakarta” yang dilakukan di bulan Agustus 2023. Analisa data menggunakan uji Chi Square, Fisher’s Exact, dan Kruskal Wallis dengan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,029, tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,080, tidak terdapat hubungan antara usia ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,3403, dan tidak terdapat hubungan antara jumlah anak dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,350. Sebaiknya ibu lebih memperhatikan praktik pemberian makan yang baik dan benar untuk meningkatkan status gizi anak untuk mencegah terjadinya malnutrisi.
Hubungan Asupan Lemak Dalam Ultra Processed Food (UPF) Dengan Kejadian Status Gizi Lebih Di SMA Negeri 2 Sleman Siska Rahmawati; Dewi Rizzky Mutiarasari; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.256

Abstract

Status gizi lebih adalah kondisi akumulasi cadangan lemak berlebih dalam tubuh yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan kalori yang dikonsumsi dengan energi yang dikeluarkan dalam jangka waktu lama. Remaja cenderung menerapkan pola konsumsi tidak sesuai dengan kebutuhan. Konsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan menyebabkan peningkatan resiko status gizi lebih. Ultra Processed Food (UPF) merupakan salah satu makanan tinggi lemak yang sering dikonsumsi remaja karena lezat, mudah diproses, mudah didapat, dan kemasan unik. Kandungan UPF dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan asupan lemak dalam UPF dengan status gizi lebih pada remaja di SMA Negeri 2 Sleman. Metode penelitian menggunakan kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data menggunakan consecutive sampling dengan total sampel 62 responden. Data asupan lemak dalam UPF diukur menggunakan kuesioner SQ-FFQ dalam periode waktu 1 bulan. Data antropometri diukur menggunakan timbangan berat badan digital dan microtoise. Analisis data menggunakan STATA dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian status gizi lebih sebanyak 21 responden (33,87%). Responden dengan asupan lemak dalam UPF kategori lebih yang mengalami status gizi lebih sebanyak 11 responden (61,11%). Rata-rata asupan lemak dalam UPF yang dikonsumsi remaja adalah 40,8 gram/hari. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak dalam UPF dengan kejadian status gizi lebih di SMA Negeri 2 Sleman dengan p-value 0,004. Nilai OR diperoleh yaitu 5,34. Remaja dapat lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan mengurangi asupan makanan UPF.
Perbandingan Tepung Tiwul, Tepung Mocaf, Dan Tepung Kacang Kedelai Terhadap Daya Terima Dan Kandungan Gizi Brownies Kukus Nida Azizah Syaharani; Diah Puspitasari; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.276

Abstract

Industri kuliner Indonesia sangat bergantung pada tepung terigu, yang mengakibatkan peningkatan impor biji gandum dan meselin. Selain itu, kandungan gluten dalam tepung terigu dapat memicu gangguan kesehatan. Oleh karena itu, pangan lokal seperti tepung tiwul, tepung mocaf, dan tepung kacang kedelai dapat dijadikan alternatif. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptik, daya terima konsumen, dan kandungan gizi pada brownies kukus yang diformulasikan menggunakan tepung tiwul, mocaf, dan kacang kedelai. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, dengan 5 formulasi yaitu P0 (100% tepung terigu), P1 (60% tiwul : 20% mocaf : 20% kacang kedelai), P2 (45% tiwul : 40% mocaf : 15% kacang kedelai), P3 (30% tiwul : 60% mocaf : 10% kacang kedelai), dan P4 (15% tiwul : 80% mocaf : 5% kacang kedelai). Uji hedonik dilakukan untuk mengetahui daya terima konsumen dari segi rasa, aroma, tekstur, warna, dan keseluruhan dengan menggunakan 54 panelis tidak terlatih. Analisis data uji hedonik menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan uji lanjut Mann-Whitney. Formulasi terbaik dipilih berdasarkan hasil uji hedonik dan dilanjutkan uji proksimat meliputi energi total, protein, lemak, karbohidrat, kadar air, kadar abu, dan serat. Hasil uji hedonik semua parameter memiliki perbedaan yang signifikan yaitu p-value < 0,05, dengan formulasi P4 sebagai formulasi terbaik. Hasil analisis gizi formulasi P0 dan P4 memiliki total energi 342,53 kkal dan 326,09 kkal, protein 8,53 gram dan 7,2 gram, lemak 13,62 gram dan 11,37 gram, karbohidrat 46,47 gram dan 48,73 gram, dan kadar air 27,21% dan 27,45%, kadar abu 2,00% dan 2,49%, serta kadar serat 2,17% dan 2,75%.
Hubungan Asupan Makan Sumber Fe dan Konsumsi Tablet Tambah Darah Terhadap Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Pondok Pesantren Madania Yogyakarta Az Zahra Az Zahra; Ibtidau Niamilah; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.341

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan suatu  keadaan dimana penurunan kadar hemoglobin (Hb), hematokrit, dan jumlah sel darah merah dibawah nilai normal. Dampak anemia yaitu menyebabkan mudah lelah, konsentrasi belajar menurun, daya tahan tubuh menurun sehingga tubuh dapat lebih mudah terkena infeksi. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan makan sumber Fe dan konsumsi tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada remaja putri Pondok Pesantren Madania di Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari santri putri Pondok Pesantren Madania Yogyakarta. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner SQ-FFQ selama 1 bulan terakhir untuk mengukur asupan makan sumber Fe pada remaja putri. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi untuk menentukan hubungan antara asupan makan sumber Fe dan tablet tambah darah dengan kejadian anemia. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling dengan kriteria inklusi yaitu sudah mengalami menstruasi, tinggal di asrama, merupakan santri pondok pesantren Madania. Hasil: Angka anemia pada santri putri pondok pesantren Madania Yogyakarta adalah sebanyak (18,75%). Pola konsumsi makanan sumber Fe santri putri pondok pesantren Madania Yogyakarta sebagian besar adalah kurang yaitu sebanyak 62,50%. Pola konsumsi tablet tambah darah pada santri putri sebagian besar adalah masuk kategori tidak patuh sebanyak (54,17%). Kesimpulan: Hasil penelitian menggunakan uji Fisher Exact Test diperoleh p value sebesar 0,009 dan 0,002, menunjukan ada hubungan asupan makan sumber Fe dan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri pondok pesantren Madania.