p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Asma Alfiah Khoerunnisa
Institut Kesehatan Rajawali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Jus Kurma Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Di Rumah Sakit Bhayangkara Lemdiklat Polri Jakarta Selatan Tahun 2025 Udur Diana Tumanggor; Asma Alfiah Khoerunnisa; Maria Eufrasia Laura Se; Meilina Sinaga; Lenni Romaida Purba; Debby Ratna Utama; Fien Gustin Nive; Chindy Patricia Ludji Leo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.210

Abstract

Produksi ASI yang cukup sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan bayi, namun banyak ibu yang mengalami masalah dengan produksi ASI yang kurang. Salah satu pendekatan alami yang sering digunakan untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan mengonsumsi jus kurma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap produksi ASI pada ibu post partum di Rumah Sakit Bhayangkara Lemdiklat Polri Tahun 2025. Studi dilakukan pada 40 responden ibu post partum dua minggu. Data dianalisis dengan menggunakan Uji T test. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh pemberian jus kurma terhadap produksi ASI pada ibu ibu post partum di Rumah Sakit Bhayangkara Lemdiklat Polri Jakarta Selatan tahun 2025 dengan nilai p=0,024. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi ibu menyusui yang mengalami produksi ASI kurang, sehingga dapat dilakukan pengobatan tradisional menggunakan jus kurma sebagai alternatif untuk meningkatkan produksi ASI.
Pengaruh Herbal Medicine Rosemary (Rosmarinus Officinalis) Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Asma Alfiah Khoerunnisa; Annisa Susilawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.525

Abstract

Luka perineum merupakan kondisi yang sering terjadi pada ibu postpartum dan berpotensi menimbulkan nyeri, infeksi, serta keterlambatan pemulihan jika tidak ditangani secara optimal. Penggunaan obat herbal sebagai terapi komplementer semakin diminati karena dinilai lebih aman dan memiliki efek samping minimal. Rosemary (Rosmarinus officinalis) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, asam fenolat, dan minyak atsiri yang memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan yang berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemberian herbal medicine rosemary (Rosmarinus officinalis) terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum di TPMB Tuty Tahun 2025. Metode penelitian true experimental bentuk the randomized pretest-posttest control group design, dilakukan bulan Oktober 2025 dengan responden 32 ibu postpartum hari kesatu dengan luka perineum derajat dua dan dipilih dengan teknik random sampling di wilayah kerja TPMB Tuty. Kelompok intervensi dibagi menjadi kelompok eksperimen (air rebusan rosemary) dan kontrol(perawatan perineum biasa/membersihkan menggunakan sabun dan air mengalir), masing-masing diberikan 2x1 per hari selama tujuh hari. Data analisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian perbedaan penyembuhan luka perineum derajat dua pada ibu postpartum tampak pada hari ke-5 hingga hari ke-7, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Pada hari ke-5, skor REEDA kelompok intervensi lebih rendah dari pada kelompok kontrol dengan nilai p=0,013. Pada hari ke-6, perbedaannya menjadi lebih signifikan (nilai p=0,001), dan pada hari ke-7, perbedaannya tetap signifikan (nilai p=0,035). Dapat disimpulkan bahwa penyembuhan luka perineum pada kelompok intervensi (pemberian rebusan rosemary) berlangsung lebih cepat dan lebih baik dari pada kelompok kontrol, yang berarti pemberian rebusan rosemary efektif dalam mempercepat penyembuhan luka perineum.