Latar Belakang: Perkawinan usia anak merupakan permasalahan serius yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk Kota Palangka Raya yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental, pendidikan, serta masa depan remaja. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai risiko pernikahan dini dapat memengaruhi sikap mereka, baik mendukung maupun menolak Perkawinan usia anak ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja tentang perkawinan usia anak di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross- sectional. Sampel terdiri dari 58 siswa kelas X yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan sikap, lalu dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja terhadap perkawinan usia anak, dengan nilai p = 0,001 (< 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,416. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki remaja, maka semakin positif pula sikap mereka dalam menolak perkawinan usia anak. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang perkawinan usia anak. Artinya, semakin banyak remaja tahu tentang dampak buruk pernikahan dini, maka sikap mereka cenderung lebih menolak dan tidak setuju terhadap pernikahan di usia muda. Diharapkan hasil ini bisa membantu sekolah dan tenaga kesehatan dalam memberikan informasi yang lebih jelas agar remaja lebih sadar dan bisa mencegah terjadinya pernikahan usia anak.