Syarah Khairunnisa Ramadhani
Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang ASI Eksklusif Dengan Produksi ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Turi Sleman Yogyakarta Syarah Khairunnisa Ramadhani; Fathiyatur Rohmah; Eny Fitriahadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.336

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang tidak optimal pada masa nifas menjadi masalah penting yang dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Rendahnya produksi ASI sering dipengaruhi oleh faktor pengetahuan ibu mengenai pentingnya ASI Eksklusif dan praktik menyusui yang benar. Data WHO tahun 2024 menunjukkan hanya 48% bayi usia di bawah enam bulan memperoleh ASI eksklusif, sedangkan cakupan di Indonesia sebesar 74,73%. Kabupaten Sleman memiliki cakupan tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu 88,10%. Studi pendahuluan di Puskesmas Turi Sleman terdapat 2 ibu nifas memiliki pengetahuan baik, dan 3 ibu nifas memiliki pengetahuan cukup tentang ASI eksklusif, serta seluruhnya memiliki produksi ASI yang lancar. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu nifas tentang ASI eksklusif dengan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Turi Sleman. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 103 ibu nifas, dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen berupa kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu nifas tentang ASI eksklusif dengan produksi ASI, dengan nilai p value = 0,005 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini terdapat Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas tentang ASI Eksklusif dengan Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Turi Sleman. Disarankan kepada ibu nifas dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya ASI eksklusif melalui layanan konseling, serta mengikuti penyuluhan atau konseling laktasi dan menerapkan praktik menyusui yang tepat agar produksi ASI tetap optimal.