Dwi Agustian Faruk Ibrahim
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Orang Tua Tentang Feeding Rules Dalam Pemenuhan Gizi Anak Balita Di Tk Islam Darul Istiqomah Siti Wardah; Dwi Agustian Faruk Ibrahim; Wenna Araya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.358

Abstract

Latar Belakang: Balita merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap masalah gizi karena pada periode ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Pemenuhan gizi yang tidak optimal dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kurang gizi, stunting, hingga hambatan dalam perkembangan kognitif dan motorik anak. Salah satu upaya penting dalam mendukung pemenuhan gizi pada balita adalah dengan menerapkan feeding rules (aturan pemberian makan) secara tepat. Feeding rules meliputi pemberian makan sesuai jadwal yang teratur, pemilihan jenis makanan bergizi seimbang, serta menciptakan suasana makan yang menyenangkan bagi anak. Keberhasilan penerapan feeding rules sangat bergantung pada pengetahuan orang tua sebagai pengasuh utama. Orang tua dengan pengetahuan yang baik akan lebih mampu mengatur pola makan anak secara benar dan konsisten. Namun, faktanya masih banyak orang tua yang belum memiliki pemahaman memadai tentang prinsip-prinsip pemberian makan yang benar. Oleh sebab itu, pendidikan kesehatan sangat diperlukan sebagai salah satu bentuk intervensi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak balita. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan orang tua tentang feeding rules dalam pemenuhan gizi anak balita di TK Islam Darul Istiqomah. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Sampel terdiri dari 35 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua setelah diberikan pendidikan kesehatan. Sebelum intervensi, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup (57,14%). Setelah pendidikan kesehatan, sebanyak 74,29% responden meningkat ke kategori pengetahuan baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan orang tua. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai feeding rules untuk mendukung pemenuhan gizi anak balita. Tenaga kesehatan diharapkan dapat terus memberikan edukasi kepada orang tua agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal.
Hubungan Pengetahuan dengan Pencegahan Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Pendahara Ratih Purnamasari; Dwi Agustian Faruk Ibrahim; Agustina Nugrahini
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i2.988

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) is one of the most common diseases experienced by the elderly. Adequate knowledge about RA, including risk factors, early symptoms, and preventive measures, plays a crucial role in mitigating the disease. RA prevention can be achieved through exercise, maintaining a healthy weight, proper diet, avoiding smoking, injury, maintaining posture, limiting alcohol consumption, and avoiding excessive pollution. In the Elderly Posyandu of Pendahara Village, many elderly individuals complain of joint pain, yet most are unaware of how to prevent RA. This study aims to examine the relationship between knowledge and RA prevention in the elderly at the Elderly Posyandu of Pendahara Village. The research uses a quantitative design with a descriptive correlational approach and a cross-sectional study. The population of this study is 157 elderly individuals, with a sample of 35 elderly individuals selected using purposive sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with Spearman Rank tests. The results showed that the better the knowledge about RA, the better the preventive measures taken. Bivariate analysis indicated a significant relationship (p-value = 0.000 < 0.05) between knowledge and RA prevention in the elderly at the Elderly Posyandu of Pendahara Village.