Stroke terjalin akibat pecahnya pembuluh darah, sehingga kendala neurologis yang bisa menimbulkan kematian, paralisis anggota gerak, keburukan, kendala bicara atau bicara cadel, kendala cara fikir ataupun daya ingat. Menurut statistik dari World Stroke Organization( World Health Organization, 2022), tiap tahun ada permasalahan terkini stroke sebesar 12. 224. 551 orang serta 101. 474. 558 orang yang hidup dikala ini sempat hadapi stroke. Kendala mobilitas fisik pada stroke bisa berbentuk kesusahan berjalan, kesusahan mengangkut ataupun memindahkan barang, kesusahan berpakaian, serta kesusahan melaksanakan kegiatan tiap hari yang lain yang menginginkan aksi yang terkoordinasi ialah membagikan latihan gerak Range Of Motion( ROM). Tujuan: Membagikan ajaran keperawatn menyeluruh pada konsumen stroke dengan aplikasi Range Of Motion( ROM) buat membantu meningkatakan daya otot Metode: Metode pengkajian riset permasalahan ini merupakan dengan cara deskriptif. Hasil: Pengakjian yang di miliki konsumen mengeluh sakit kepala, pandangan sedikit buram, susah tidur saat malam, susah melaksanakan kegiatan secara mandiri. Analisis keperawatan yang di tegakan merupakan nyeri kronis, serta kendala pergerakan fisik. Intervensi yang dicoba berbentuk dukungan aktivasi dengan aplikasi Range Of Motion( ROM) kepada Daya Otot Pada Pengidap Stroke. Tidak hanya itu ROM pula tingkatkan bentang aksi sendi pada pengidap stroke sepanjang 3 hari. Kesimpulan: Permasalahan kendala pergerakan raga terkendali beberapa sebaliknya permasalahan nyeri kronis sedang belum terkendali. Aplikasi Range Of Motion( ROM) efisien membantu aktivasi konsumen stroke.