Indah Purnamasari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Guna Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Alat Kontrasepsi Sederhana Dengan Sikap Seks Pranikah Pada Remaja SMA Negeri 1 Nanga Pinoh Sindy Valencia Angelica; Indah Purnamasari; Chentia Misse Issabella; Zesika Intan Navelia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.425

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap kesehatan reproduksi, khususnya perilaku seks pranikah. Di Indonesia, jumlah remaja (usia 10–24 tahun) mencapai 65,82 juta jiwa atau sekitar 24% dari total penduduk. Secara global, terdapat sekitar 1,2 miliar remaja, yang mencakup 18% dari populasi dunia. Data menunjukkan bahwa sekitar 15–20% remaja di Indonesia pernah melakukan hubungan seksual pranikah, yang berisiko menimbulkan kehamilan tidak diinginkan maupun penyakit menular seksual. Di Kabupaten Melawi, hasil SUSENAS 2023 mengungkapkan bahwa 28,63% pemuda menikah pertama kali pada usia 16–18 tahun, dan 7,28% menikah di bawah usia 16 tahun. Angka pernikahan dini pada perempuan (40,80%) jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki (6,90%). Kondisi ini menunjukkan masih tingginya kerentanan remaja terhadap perilaku seks pranikah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara Pengetahuan Alat Kontrasepsi Sederhana dengan Sikap Seks Pranikah pada Remaja SMAN 1 Nanga Pinoh. Jenis penelitian yang digunakan berupa observasional dengan metode survei analitik. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang alat kontrasepsi sederhana dengan sikap terhadap seks pranikah (p-value < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik pengetahuan remaja mengenai alat kontrasepsi, semakin positif pula sikap mereka terhadap pengendalian perilaku seksual sebelum menikah. Kesimpulan yaitu semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja mengenai kontrasepsi sederhana, semakin baik pula sikap mereka dalam menolak perilaku seks pranikah.