Sri Nugraha Lestari
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Asupan Protein Dan Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 12 Kota Yogyakarta Sri Nugraha Lestari; Ibtidau Niamilah; Siti Fadhilatun Nashriyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.429

Abstract

Latar Belakang: Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama pada remaja putri. Menurut Data WHO 2022 prevalensi anemia global anemia pada wanita berusia 15–49 tahun adalah 29,9% pada tahun 2021. Sedangkan untuk data negara Indonesia sendiri, menyebutkan prevalensi anemia pada wanita berusia 15-49 tahun sebesar 31,2% menurut Buku Data Kesehatan DIY 2023 prevalensi anemia pada remaja putri memiliki angka anemia terbanyak ke dua dengan prevalensi 29,51%. Faktor risiko yang sering dikaitkan adalah rendahnya asupan protein dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Remaja putri merupakan kelompok yang sangat rentan mengalami anemia karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan cepat yang membutuhkan energi serta zat gizi tinggi. Berbagai faktor memengaruhi kejadian anemia pada remaja, meliputi asupan zat gizi (protein, zat besi), kepatuhan konsumsi TTD, pola menstruasi, tingkat pengetahuan, hingga kondisi sosial ekonomi Tujuan: Mengetahui hubungan asupan protein dan konsumsi TTD dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 12 Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain cross sectional. Responden berjumlah 20 siswi yang dipilih menggunakan quota sampling. Data asupan protein dikumpulkan menggunakan SQ-FFQ dengan jangka waktu 1 tahun terakhir, kepatuhan konsumsi TTD melalui kuesioner, dan kadar hemoglobin diukur menggunakan Hb meter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden memiliki asupan protein kurang (81,25%) dan tidak patuh mengonsumsi TTD (93,75%). Prevalensi anemia sebesar 15% Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan kejadian anemia (p=1,000) maupun antara kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia (p=0,088). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan protein maupun kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 12 Kota Yogyakarta.