Auliya Anisa Putri
Universitas Harapan Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Intervensi Suctioning Dalam Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gastric Outlet Dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Kardinah Tegal Auliya Anisa Putri; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.447

Abstract

Gastric Outlet Obstruction (GOO) adalah kondisi yang menyebabkan hambatan pengosongan lambung menuju duodenum sehingga dapat menimbulkan penumpukan isi lambung, mual, muntah, dan risiko aspirasi. Gastric Outlet Obstruction (GOO) merupakan penyumbatan pada keluaran lambung yang menyebabkan mual, muntah, dan distensi abdomen sehingga memerlukan tindakan laparotomi. Pasien pascaoperasi dengan GOO yang dirawat di ICU sering mengalami penurunan refleks batuk akibat efek anestesi dan penggunaan ventilator, sehingga terjadi retensi sekret yang mengganggu bersihan jalan napas. Masalah keperawatan yang sering muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif. Salah satu intervensi penting untuk mengatasinya adalah tindakan suction melalui jalan napas atau dekompresi lambung. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas tindakan suction terhadap peningkatan bersihan jalan napas pada pasien pascaoperasi laparotomi dengan GOO di ICU RSUD Kardinah Kota Tegal. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan yang mencakup pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek penelitian satu orang yaitu pasien berusia 47 tahun dengan keluhan sesak napas dan sekret berlebih. Tindakan suction dilakukan selama tiga hari dengan pemantauan frekuensi napas dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah tindakan.Hasil menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen dari 85–90% menjadi 93–96% serta penurunan bunyi napas tambahan setelah dilakukan suction. Pasien tampak lebih tenang dan pola pernapasan menjadi lebih efektif. Tindakan suction terbukti mampu meningkatkan bersihan jalan napas, memperbaiki pertukaran gas, serta menurunkan risiko aspirasi. Kesimpulannya, tindakan suction merupakan intervensi keperawatan yang efektif dan aman bila dilakukan dengan teknik yang benar, meliputi praoksigenasi, tekanan negatif yang sesuai, durasi singkat, dan penerapan prinsip aseptik.