Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Stigma dan Resiliensi Keluarga dengan Kekambuhan pada Pasien Skizofrenia Fina Oktavia; Fathra Annis Nauli; Tesha Hestyana Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.475

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Kekambuhan pada pasien sering dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stigma keluarga dan tingkat resiliensi keluarga. Stigma yang tinggi dapat menghambat dukungan, sedangkan resiliensi yang baik dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan stigma dan resiliensi keluarga dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh keluarga pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Rawat Jalan Sidomulyo Kota Pekanbaru sebanyak 136 orang dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Schedule for Clinical Assessment in Neuropsychiatry (SCAN) untuk mengukur stigma keluarga, Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk menilai resiliensi keluarga, serta kuesioner frekuensi kekambuhan. Ketiga instrumen telah melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki stigma rendah (40,2%) dan resiliensi cukup (57,4%). Sebagian besar pasien skizofrenia tidak mengalami kekambuhan (52,5%). Uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stigma dan resiliensi keluarga dengan kekambuhan dengan p-value < 0,05. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada keluarga terkait pengurangan stigma dan penguatan resiliensi untuk mencegah kekambuhan pasien skizofrenia.
EDUKASI MASYARAKAT TERKAIT PEMANFAATAN SERAI DAN SERBUK ABATE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI RW 06 KELURAHAN LABUH BARU TIMUR Arneliwati; Rifky Arnando; Rahmadhani Sahara; Mita Purnama; Dhea Annisa Savitri; Annisa Ramadhani Putri; Putri Adila Khairiyah; Artawati BR Simanjuntak; Fina Oktavia; Repika Tri Yurni; Annisa Rachmadi; Nurhaliza Maharani; Rayhan Hanoum Harli
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Pekanbaru. Berdasarkan data hingga September 2025, di wilayah RW 06 Kelurahan Labuh Baru Timur tercatat 5 kasus positif DBD tanpa angka kematian, dengan 4 kasus pada anak usia di bawah 14 tahun dan 1 kasus pada usia di atas 15 tahun. Secara keseluruhan, total kasus di Kelurahan Labuh Baru Timur mencapai 23 kasus, sedangkan di Kecamatan Payung Sekaki sebanyak 74 kasus. Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut termasuk daerah endemis yang memerlukan perhatian dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD. Mitra kegiatan adalah masyarakat RW 06 Kelurahan Labuh Baru Timur. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, seperti masih adanya genangan air dan sampah rumah tangga yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat juga masih bergantung pada anti nyamuk berbahan kimia seperti semprot, bakar, dan lotion yang mengandung zat aktif berisiko bagi kesehatan jika digunakan terus-menerus. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai (Cymbopogon citratus) sebagai bahan alami yang aman, murah, dan mudah diperoleh. Kegiatan dilakukan melalui ceramah edukatif dan pelatihan praktik langsung. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan diikuti oleh 50 orang peserta. Kegiatan ini menghasilkan produk spray anti nyamuk alami dari serai. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang DBD dan upaya pencegahannya, serta keterampilan warga dalam membuat spray anti nyamuk alami.