p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Indari
Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Buhut Jaya Tahun 2025 Selmiati Selmiati; Indari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.502

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi penyebab utama kematian dini di dunia. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi garam berlebihan, rendah asupan buah dan sayur, serta tingginya konsumsi makanan berlemak dan instan. Berdasarkan data Puskesmas Pembantu (PUSTU) Buhut Jaya, jumlah penderita hipertensi masih cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian terkait faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi, khususnya pola makan masyarakat. Tujuan : untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pembantu (PUSTU) Buhut Jaya tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerja PUSTU Buhut Jaya sebanyak 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan data tekanan darah diperoleh melalui pengukuran menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan tidak sehat dan berada pada kategori hipertensi derajat 1 dan 2. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja PUSTU Buhut Jaya tahun 2025 (p < 0,05). Kesimpulan: penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja PUSTU Buhut Jaya. Pola makan yang tidak sehat berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian hipertensi. 
Hubungan Intensitas Ekspresi Diri Dengan Tingkat Stres Dan Kepercayaan Diri Mahasiswa Sarjana Keperawatan ITSK RS. dr. Soepraoen Kesdam V/BRW Ajrin Akbar Wijaya Nihe; Indari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.550

Abstract

Perkembangan media sosial di era digital telah memengaruhi cara mahasiswa mengekspresikan diri, khususnya melalui unggahan foto dan video. Intensitas ekspresi diri yang tinggi dapat berdampak pada kondisi psikologis, seperti tingkat stres dan kepercayaan diri, terutama pada mahasiswa keperawatan yang menghadapi tuntutan akademik dan klinik yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas ekspresi diri terhadap tingkat stres dan kepercayaan diri mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen Kesdam V/BRW Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 275 mahasiswa aktif semester I–VII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Intensitas ekspresi diri diukur menggunakan Selfie Behaviour Scale (SBS), tingkat stres menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), dan kepercayaan diri menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki Intensitas ekspresi diri kategori sedang (53,8%), diikuti kategori rendah (32,4%) dan tinggi (13,8%). Tingkat stres mayoritas berada pada kategori stres berat (53,5%) dan stres cukup berat (40,0%). Sebagian besar responden memiliki kepercayaan diri kategori sedang (83,0%). Uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara intensitas ekspresi diri dengan tingkat stres (r = −0,155; p = 0,010) dan kepercayaan diri (r = −0,284; p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas ekspresi diri berhubungan signifikan dengan tingkat stres dan kepercayaan diri mahasiswa keperawatan.