Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Guided Imagery Dalam Menurunkan Nyeri Preoperatif Pada Pasien Orif Fraktur Maksilofasial: Studi Kasus Di Ruang Seruni Lantai 2 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Raswati; Suci Khasanah; Pancarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.522

Abstract

Latar Belakang: Nyeri preoperatif merupakan masalah yang sering dialami pasien sebelum tindakan pembedahan dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis serta kesiapan psikologis pasien. Pada pasien fraktur maksilofasial yang akan menjalani tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF), nyeri preoperatif cenderung lebih kompleks karena dipengaruhi oleh kerusakan jaringan, inflamasi, serta kecemasan terhadap prosedur operasi. Intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai pendukung terapi farmakologis untuk membantu menurunkan nyeri secara optimal. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi imajinasi terbimbing (guided imagery). Tujuan: studi kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi imajinasi terbimbing (guided imagery) dalam menurunkan nyeri preoperatif pada pasien ORIF dengan fraktur maksilofasial di Ruang Seruni Lantai 2 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan subjek satu pasien fraktur maksilofasial yang direncanakan menjalani tindakan ORIF. Intervensi guided imagery diberikan selama tiga hari dengan durasi 15–20 menit per sesi. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: studi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri setelah pemberian terapi guided imagery. Skala nyeri pasien mengalami penurunan secara bertahap setelah dilakukan intervensi, disertai dengan peningkatan rasa nyaman dan relaksasi. Penerapan guided imagery terbukti dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam manajemen nyeri preoperatif pada pasien fraktur maksilofasial. Kesimpulan: Terapi imajinasi terbimbing (guided imagery) dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dan aman dalam membantu menurunkan nyeri preoperatif pada pasien fraktur maksilofasial yang menjalani tindakan ORIF.