Masa remaja diartikan sebagai proses tumbuh menjadi dewasa. Ketika remaja gagal menemukan identitas dirinya, akan mengalami krisis identitas sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang tidak terkendali pada remaja, dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosial dan dapat memicu terjadinya stres. Tekanan ini tidak jarang menyebabkan kecemasan, stres, dan bahkan penurunan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Tingkat Stres Pada Remaja Dalam Mengahadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) Di SMA Negeri 1 Kepanjen Tahun 2025. Desain penelitian adalah kuantitatif. Populasinya, siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026 di SMA Negeri 1 Kepanjen sebanyak 405 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 201 responden. Variabel yang diteliti adalah tingkat stres pada remaja dalam menghadapi tes kompetensi akademik (TKA). Instrumen yang digunakan kuesioner DASS. Hasil penelitian dianalisis dengan analisis univariat, dengan teknik distribusi frekuensi (persentase). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 143 responden (67%) terindikasi mengalami stres (kategori ringan, sedang, parah dan sangat parah), dan 71 responden (33%) dalam kategori stres normal. Dan penyebab stres remaja terhadap TKA adalah karena adanya anggapan atau pemikiran subyektif dari remaja itu sendiri yang merasa takut gagal, kurang persiapan, waktu pelaksanaan yang sudah dekat, khawatir nilai akan berbeda jauh dengan rapot, harapan dan tekanan yang terlalu besar yang tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini diharapkan dapat membantu remaja yang mengalami stres agar mampu mengontrol dan mengoptimalkan pola pikir, keyakinan, dan kepribadian, untuk menghilangkan atau mengurangi stres yang dirasakan.