Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Kepatuhan pasien dalam minum obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi, dan dukungan keluarga berperan besar dalam meningkatkan kepatuhan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kayamanya, Kecamatan Poso Kota. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus yang berkunjung ke Puskesmas Kayamanya pada Januari–Mei 2025 sebanyak 233 orang, dengan sampel penelitian berjumlah 70 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hensarling’s Diabetes Family Support Scale (HDFSS) untuk mengukur dukungan keluarga dan Morisky, Green, Levine Medication Adherence Questionnaire (MGL MAQ) untuk mengukur kepatuhan minum obat. Analisis data dilakukan menggunakan uji fisher’s exact test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia manula (>65 tahun) (35,7%), berjenis kelamin perempuan (77,1%), berpendidikan terakhir SMA (38,6%), bekerja sebagai IRT (71,4%), seluruh responden berstatus menikah (100%), dan mayoritas memiliki tiga anak (44,3%). Sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga tinggi (80,0%) dan menunjukkan kepatuhan minum obat baik (87,1%). Hasil uji fisher’s exact test diperoleh nilai p=0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus.